Beranikah Kamu Merantau ??

60 views

Sepanjang saya menempuh jalur pendidikan mulai dari TK sampai perguruan tinggi bahkan hampir seluruh hari yang saya lalui selama 22 tahun terus berada di Kota Makassar. Kota yang selama ini dikenal dan dijadikan patokan perkembangan kota untuk wilayah timur Indonesia. Kota yang begitu ramai baik siang dan malamnya bahkan tingkat kepadatan penduduk maupun kendaraan sudah tinggi. Selama hidup di Kota Makassar ini mungkin baru bisa dihitung jari daerah-daerah lainnya yang saya datangi dan itupun paling lama cuman 1 minggu dan harus balik lagi menjalani kehidupan di Kota Makassar.

Sewaktu saya kuliah di Universitas Hasanuddin Makassar, banyak teman-teman kuliah saya berasal dari daerah lain baik itu masih termasuk wilayah Sulawesi Selatan maupun yang dari luar. Saya salut dengan mereka yang berani keluar dari kampungnya guna menempuh pendidikan tinggi di daerah lain padahal banyak juga laki dan khususnya perempuan yang tidak punya keluarga di Kota Makassar yang dalam artian mereka harus bisa mandiri beradaptasi di lingkungan yang baru.

Walaupun ada juga yang biasanya pulang kampung seminggu sekali karena jarak tempuhnya tidak terlalu jauh dari Kota Makassar ke Kampungnya. Dan ada juga yang cuma pulang kalau liburan semester atau klo lagi hari raya. Tapi, ada juga yang biasanya jarang pulang kampung sih karena katanya mending tinggal di Kota yang relatif ramai daripada di kampungnya. Dan saya salut sekali dengan mereka karena bisa hidup mandiri tanpa ada keluarga yg menemani.

Yah, mungkin ada juga yang tidak memasukkan seseorang yang menempuh pendidikan di daerah lain sebagaimana layaknya bisa disebut sebagai perantau yang biasanya dia keluar dari kampung untuk mencari pekerjaan/bekerja di daerah lain dalam hal pencarian duit. Tapi, tetap menurut saya teman kuliah itu perantau karena dia hidup di daerah orang lain sekian lamanya untuk belajar dan mendapatkan gelar sarjana guna sebagai bekal buat masa depan walaupun biaya hidupnya msh bergantung sama kiriman dari orangtua.

Olehnya itu, saya sendiri merasa tertantang untuk keluar rumah dan sangat ingin bekerja di luar Kota Makassar karena bosan juga hidup di satu tempat terlebih memang saat ini banyak pekerjaan yang mensyaratkan bagi pekerjanya untuk mau ditempatkan di seluruh wilayah NKRI. Dan itupun terjadi ketika sehabis kuliah dapat kerjaan yang mengharuskan saya tinggal di Kota Jakarta. Senang campur sedih pastinya karena saya merasa sudah saatnya bisa belajar mandiri dan sedihnya yahh harus ninggalin keluarga. Pada saat itu memang mental harus kuat karena kebetulan keberangkatan waktu itu ke Jakarta bertepatan dengan jadwal puasa ke esokan harinya dan hasilnya yah untuk pertamakalinya dalam sejarah hidup saya itu sahur pertama diluar rumah, tak berkumpul dengan keluarga. Wah perasaan jadi kacau balau tapi yah mau tidak mau sy harus hadapi. Untuk pertamakalinya saya sewa kamar kost dan mengurus semua keperluan secara mandiri. Lebih parahnya lagi, sy tuh nggak mau balik ke Makassar waktu pas hari raya Idul Fitri dengan alasan harga tiket mahal padahal sy cuma ingin ngerasain lebaran di Ibukota. Dan hasilnya yah saya bisa lihat jalanan di ibukota yang biasanya padat merayap dengan kemacetannya berubah jadi kosong melompong. Untungnya sih ada temen yang nemenin krn dia juga nggak balik ke kampungnya dan dapat Ibu Kost yang baik hati karena ngundang ke rumahnya buat makan opor ayam, ketupat dan sajian khas hari lebaran. Wah betul2 wktu itu ngerasain banget yang namanya lebaran pertamakali di luar kota.

Sampai saat inipun saya masih tetap merantau mencari penghidupan di luar kota dan memberanikan diri untuk keluar kandang. Yakin dan percaya saja klo kita tuh bisa sukses di kampungnya orang dengan semangat kerja yang lebih tinggi. Tidak usah takut karena merantau itu klo dibawa happy yahh senang aja apalagi klo di tempat perantauan itu ada teman sekampung pasti deh senang banget. Tapi memang sih kadangkala bikin nyesek juga klo yang merantau itu orang kota yang biasa melihat keramaian tapi dapat penempatan tugas di kampung yang tidak seramai kota. Pasti butuh waktu yang ekstra untuk beradaptasi. Kata temen sih selagi muda yah merantau itu enak apalagi klo pindah tempat tugas pasti daerah yang dikenal lebih banyak baik itu budayanya maupung tempat wisatanya plus nambah temen pastinya. So, beranikah kamu merantau??