BULOG = Pemadam Kebakaran ?

86 views

Akhir-akhir diberitakan kalau harga beberapa kebutuhan pokok tuh mengalami kenaikan yang cukup bahkan memberatkan para konsumen. Seperti sebelum lebaran tuh harga daging sapi melonjak drastis di pasaran dan yang terhangat nih harga kedelai yang membuat pusing para pengusaha tahu tempe.

Gimana nggak pusing tuh yang usaha tahu tempe kalau harga bahan baku tuh sudah nggak terjangkau lagi hingga mereka ada yang memutuskan untuk berhenti memproduksi tahu tempe. Katanya nih kacang kedelai yang notabene lebih banyak diimpor tuh harganya dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah yang sedang melemah bahkan terperosok gara-gara Dolar Amerika.

Nah, dilain sisi nih udah banyak juga yang menunggu aksi pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai tersebut. Disinilah kaitannya dengan BULOG yang merupakan satu alat pemerintah untuk mengintervensi pasar lewat perannya sebagai stabilisator. Namun, pertanyaannya adalah kok kalau harga kebutuhan pokok naik kayak daging dan kedelai sekarang tuh pemerintah dengan mudahnya memberikan tugas ke BULOG untuk menstabilkan harga dalam waktu singkat.

Kalau kata Dirut BULOG sih jangan dong BULOG itu dijadikan seperti pemadam kebakaran. Kalau pemadam kebakaran sih memang tugasnya untuk memadamkan kobaran api yang sudah terlanjur membakar rumah atau pemukiman penduduk yang dituntuk untuk bekerja secara cepat.

Nah, kalau BULOG yang ditugaskan menurunkan harga yang terlanjur naik padahal nggak punya persiapan pastilah keteteran. Pemadam kebakaran kan udah siap dengan mobil pemadam beserta peralatan lainnya. Klo BULOG, memangnya punya stok memadai untuk mengintervensi pasar? Pastilah harus punya planning yang terukur mengenai persiapan stok misalnya kedelai dan sumber pendanaannya. Kalau nggak punya planning dan serba mendadak pasti banyak yang direpotkan. Namun, patut disyukuri BULOG tetap berusaha sebaik mungkin untuk mengemban tugas yang diberikan pemerintah seperti pada saat melakukan operasi pasar daging sapi saat ini walau dengan persiapan minim.

Olehnya itu sudah sepatutnya fungsi BULOG yang terdahulu sebagai stabilisator harga kebutuhan pokok dikembalikan lagi agar pemerintah juga nggak kehilangan kendali terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok dan bisa bergerak cepat meredam kenaikan harga layaknya menstabilkan harga beras dipasaran yang bisa diandalakan untuk mengintervensi pasar lewat cadangan beras pemerintah yang ada di BULOG.

Jangan cuma bisanya menugaskan disaat mendadak aja setelah harga stabil terus dilupakan dan kembali seperti sedia kala dimana BULOG cuma mengurusi beras saja. Disaat harga kebutuhan pokok naik lagi begitu lagi mendadak lagi jadi pemadam kebakaran hingga terkesan nggak ada proses antisipasi pemerintah terhada gejolak harga kebutuhan pokok di saat mendatang.

Sekali lagi nih sudah saatnya kita memberi kepercayaan kembali kepada BULOG sebagai stabilisator kebutuhan pangan pokok masyarakat Indonesia selain beras karena cuma BULOG yang memiliki sejarah dan pengalaman sebagai BUMN yang dipercaya bisa menjadi stabilisator harga.