Hari 5, Desa Wisata Gubugklakah

64 views

Check out dari Hotel Mutiara Malang jam 07.30 pagi menuju Stasiun Malang Kota Baru. Tiba di stasiun sy mengembalikan terlebih dahulu motor rental pada Mas Agus yang sudah menunggu. Mulai hari ini saya akan mengikuti open trip ke Gunung Bromo dimana Stasiun Kota Baru Malang menjadi tempat meeting point. Open trip ke Bromo kali ini dihandle oleh Mas Riki dari Ransel Wisata yang memang eksis di Forum Backpacker Indonesia.

Sekitar pukul 08.00 Mas Riki dan rombongan open trip lainnya telah tiba dari Jakarta di Stasiun Malang. Berhubung kali ini suasana liburan jadinya di sekitaran stasiun diramaikan dengan para wisatawan yang ingin ke Bromo maupun ke Semeru. Rombongan open trip kali ini berjumlah 44 orang dari rencana semula yang hanya diperuntukkan untuk 15 orang saja.

Setelah para rombongan berkumpul di Stasiun Malang maka perjalanan open trip kali ini akan di mulai. Pertama-tama kami menuju Tugu Malang dan Alun-Alun Kota Malang. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan 4 mobil dan 1 bus menuju ke tempat wisata berikutnya yakni Candi Jago.

Di Candi Jago nggak terlalu lama sih cuma foto-foto trus lanjut ke Homestay yang terletak di Desa Gubugklakah Kec. Poncokusumo Kota Malang. Sekitar jam 12 kami telah tiba di Homestay. Suasananya tenang dan menyejukkan. Cuma bising kendaraan para pendaki yang lewat sering menggangu ketenangan desa ini apalagi saat musim liburan kali ini.

Rombongan kali ini dibagi menjadi 4 homestay. Saya dapat homestay bareng rombongan teman-teman dari Bandung. Oia, homestay adalah sebuah rumah warga desa yang disewakan pemiliknya untuk dijadikan tempat penginapan yang memang telah dipersiapkan di desa gubugklakah. Di homestay ini pemilik rumah juga menyediakan kami makanan berat maupun makanan ringan.

Homestay yang saya tempati ini ditinggali oleh seorang kakek dan nenek. Saat kami datang di ruang tamu tuh sudah tersedia teh hangat, keripik singkong dan buah apel. Makanan beratnya juga telah tersedia tinggal makan saja.

Setelah ishoma lewat dan bebersih diri maka perjalanan dilanjutkan ke kawasan wisata Coban Pelangi alias wisata air terjun. Lumayan juga lah ke tempat air terjun tersebut. Perjalanan menuju Coban Pelangi ini ditempuh sekitar 15 menit saja dari homestay. Tapi dari pintu masuk coban pelangi kita butuh tenaga ekstra karena perjalanan ke spot air terjun harus jalan kaki dengan kondisi medan penanjakan.

Naik turun gunung dengan cuaca yang berawan beruntung tidak hujan jadi jalanan nggak licin akhirnya kami tiba di area coban pelangi. Wihh tinggi banget lagi air terjunnya. Sayangnya pelanginya nggak muncul karena cuaca yang tidak mendukung. Setelah foto-foto, sy bersama guide ransel wisata memberanikan turun mendekati air terjun. Wuihhhh gila hembusan anginnya kencang buanget sampe-sampe basah jadi harus cepat kabur hehehe…

Nggak lama juga sih di Coban Pelangi soalnya ngejar waktu juga takut kemalaman dan kami masih punya satu jadwal lagi hari ini menuju Agrowisata Apel. Jaraknya juga nggak jauh dari homestay. Agrowisata kali ini lebih kepada wisata kebun apel di lahan yang dikelola warga desa. Maklum apel kan ciri khas kota malang.

Masuk ke lokasi kebun ini kami dikumpul terlebih dahulu untuk diberikan info bahwa di kebun apel ini terdapat 3 jenis apel yang ditanam dan siap panen yakni apel manalagi, apel australia dan apel yg satu lagi lupa namanya. Cara petik apelnya juga harus satu arah saja.

Habis briefing langsung deh nyebar. Namanya juga agrowisata jadinya berburu apel deh. Saking banyaknya pohon dan buah apel di lahan ini sampai bingung mau makan yang mana. Oia, kalau makan di tempat ini jadinya gratis loh. Sebanyak apapun kemampuan mengunyah apel kamu di tempat ini makannya gratis loh. Cuma kalau mau dibawa pulang untuk dijadikan oleh-oleh maka kamu harus membayar 20 ribu per kg. Tapi harganya bisa jadi 10 ribu saja klo lagi musim panen apel.

Lumayanlah bawa pulang 2 kg apel buat oleh-oleh. Setelah selesai agrowisata balik deh ke homestay lagi buat istrahat full soalnya Jam 2 subuh harus siap berangkat ke Seruni point gunung bromo untuk lihat mountain sun rise 🙂

Saya kagum banget dengan pengelola Desa Wisata Gubungklakah ini. Soalnya sangat memberdayakan warga desa dengan peningkatan ekonomi. Kalau nggak salah tuh kelompok pengelola desa wisata ini disebut latasda. Dimana di kelompok ini sudah ada koordinator yang memiliki fungsi berbeda-beda. Ada yang ngurusin guide, pengelola homestay dan pengelola transportasi baik itu bus/mobil/jeep. Jadi unsur kelembagaannya sudah lengkap.

Apalagi lembaga ini memberdayakan anak-anak muda setempat yang nggak punya kerjaan untuk menjadi guide yang ramah. Tidak heran menurut ketua kelompok latasda ini uang yang berputar di desa wisata ini selama musim liburan bulan ini sudah mencapai angka 200 juta. Wuihhhh sadaaaapp banget. Besar juga dana kelolaannya. Keuntungan dari kelompok ini juga sebagian masuk ke kas desa dan utamanya menjadi lahan rejeki buat masyarakat setempat. Hebat. Ingin balik lagi ke Desa Wisata Gubugklakah ini. Kangen dengan suasana dan keramahan penduduknya #salamucok 😀

Baca Juga :

Hari 1, Welcome to Jakarta

Hari 2, Wisata Belerang Part 1

Hari 2, Wisata Belerang Part 2

Hari 3, Jogjakarta Borobudur

Hari 4, Kota Batu Malang

Hari 6, Sunrise Mountain dan Kawah BROMO