Indahnya Kebersamaan Bukber STONE

67 views

Jarum jam dinding menunjukkan pukul 16.00. Seperti biasa habis ashar waktunya ngabuburit dengan maen game empire. Lagi asyik bertempur melawan pasukan aliansi kelam, ringtone saat bahagia yang dilantunkan ungu feat andien mengalahkan suara rentetan tembakan pasukan tamtama. Liat Handphone dan tertulis One message received from 06 brur-read- Dimanako? Jam berapa mw k mp? Barengan meki. Astagfirullah, baru saya ingat kalo hari ini acara temu rupa stone yang dirangkaikan buka puasa bersama. Ok pade, lebih cepat lebih bae, gappaka terjebakki macet sms balasan meluncur dan menandakan saya setuju untuk berangkat ke mp bersama brur (kan nda adajie yang cemburu toh klo sy boncengan ma brur, hehe).

Setengah jam kemudian, brur sudah ada depan rumah dengan motor matic pink (punyanya kakaknya bede, tapi lagi liburji jd dy bawa lari, hahaha). Berangkatlah kami ke mp tuk bertemu rupa dengan nak stone yang tak lama berjumpa. Singkat cerita (jgnmi sy cerita bd apa yg saya bicarakan diatas motor, nnt ada yg tambah cemburu, hehehe) tibalah kami di dcost, sambil nunggu brur yang lagi ke toilet sekalian telpon geger (oia, perkenalkan fadhillah nursari atau biasa dipanggil geger ini adalah ketupat alias ketua panitia atau koordinator acara temu rupa stone kali ini). Ternyata sang ketupat sudah booking tempat di dcost dan sudah ada di dalam menunggu kedatangan nak stone lainnya. Brur udah selesai urusannya di toilet dan masuklah kami ke dcost.

Jreng.jreng.jreng. dan sang ketupat udah keluar menjemput kami sambil memperlihatkan senyum khasnya. Dan ternyata kali ini, Alhamdulillah geger udah terlihat seperti cewek karena udah make jilbab (saya sempat nanya sih kayaknya besar sekali jilbabnu ger, bukanji jilbabnya macemu kau pake ini, hehehe. Gegerpun dengan santainya menjawab jilbab model sekarang ini ces.hahayy). Kami bertiga berjalan ke tempat makan yang telah dipesan dan disana ternyata sudah ada kanda arman, ichal, fiar imran dan amel yang sudah datang duluan. Sambil nunggu yang lain, biasalah kami cerita ngalor-ngidul dulu. Tak lama kemudian nak stone yang lain udah menampakkan wajahnya seperti panji, lela, ucha, indra, ippank, fadlan, devi bersama seorang suami dan 2 orang anak perempuannya serta kiki plus kakaknya, eh salah pacarnya bd (semoga nda adajie yg cemburu klo kiki bw pacarnya, tapi keknya ada deh, upzzz, hahaha)

Sambil nunggu waktu berbuka, biasalah nak stone klo ngumpul dimanapun pasti ribut dan ketawa-ketiwi tak lihat dimana dia berada dan nggak ada salahnya juga kan kita udah pesan tempat lagian dibayar juga kok. Suasana kali ini memang berbeda karena ngumpulnya sambil nunggu buka puasa dan banyak teman yang mukanya baru keliatan lagi setelah dinyatakan yudisium dari kampus tercinta. Sebenarnya sih nggak banyak berubah dari teman-teman yang datang kali ini klo diliat dari segi fisik (ya iyalah mukanya pasti masih miriplah dengan waktu kita foto angkatan, kecuali ada yang operasi plastik) tapi klo diliat dari segi penampilan dan pembawaan memang udah sedikit berubah seperti sang ketupat yang udah nggak terlalu kelaki-lakian walo suaranya masih cukup besar, terus oneng atau indra yang baru saya liat lagi yang perutnya semakin offside. Secara garis besar memang ada yang berubah dari teman-teman stone mungkin banyak dipengaruhi oleh aktivitas keseharian yang memang udah banyak yang jadi orang kantoran, assikkk skali 😀

Ceweknya STONE yg datang min devi yang pulang duluan (masih tetep cantik loh, pa lagi ketupatnya, hehehe)

Ceweknya STONE yg datang min devi yang pulang duluan (masih tetep cantik loh, pa lagi ketupatnya, hehehe)

Jarum jam menunjukkan pukul 18.05, tiga menit lagi kita udah buka puasa dan memang udah jadi kebiasaan kalo ada nak stone yang suka terlambat dan suka hadir paling tepat waktu, sapa lagi kalo buka accul dan tse2 yang baru datang (katanya baru bisa datang tepat waktu berbuka karena accul lagi sibuk urus proyek peternakan ayamnya dan tse2 yang lagi kerja jadi sopir buat ngantar keliling seseorang, hehe). Minuman es kelapa muda dan jus alpukat mulai berdatangan melengkapi es teh manis yang lebih duluan datang menggoda kita untuk segera melepas dahaga. Disusul oleh rangkaian makanan ayam lada hitam, udang, tahu jepang (brur ini bilang tahu jepang, klo panji bilang telur asin, hehe) cumi-cumi, kangkung tumis, toge, ikan dan tentunya ada nasi walau nasinya sempat terlambat datang.

Cowoknya STONE yg datang min ippank yang pulang duluan

Cowoknya STONE yg datang min ippank yang pulang duluan

Alhamdulillah, akhirnya suara adzan udah berkumandang tandanya waktu berbuka telah tiba (suara adzan berasal dari speaker dcost mengutip suara adzan di radio, bukanji suarana tse2 yang mau menipu lagian maupi itu tse2 disuruh adzan, hahaha). Semua nak stone langsung mulai menyantap makanan yang tersedia baik didepan dan disampingnya malah makanan yang jauhpun letaknya berusaha didekatkan. Seperti orang kebanyakan, nafsu makan tinggi disaat kita makan bersama. Lagi asyik-asyiknya makan dan ternyata yuli susanti baru muncul ke permukaan, sontak teman-teman kaget dan menghentikan makan tuk sementara waktu (seperti biasa, alasan berhenti makan sejenak supaya dikira punya kesetiakawanan yang tinggi , haha). Maklumlah teman byk yang heran kok yuli baru datang sedangkan makanan udah mau habis, dan tak tahulah saya ceritanya yuli makan atau tidak karena saya makan terus, hihihi.

Makan, makan, dan makan trus minum dan terakhir pake tisu lap mulut dan tangan sampe akhirnya hal yang tse2 paling ingin hindari datang, yaitu saatnya kumpul uang tuk bayar nih makanan. Hahaha, beberapa teman udah ijin duluan mau sholat maghrib dulu dan sang ketupatpun mulai deg-degan karena takut tak ada yang bayar. Sampe-sampe sang ketupat makan sambil ngitung orang yang datang dan berapa yang harus dibayarkan. Selesai makan, sang ketupat mulai jalan tuk ngumpulin duit buat bayar ongkos makan dan tenang aja masih banyak yang sadar kok akan kewajibannya dan masih membayar uang makan kecuali satu orang yang lolos dari tagihan sang ketupat. Upzzz, Namanya dirahasiakan (nutauji semua jg pasti sapa orangnya, hahaha) dan saya mendapatkan bocoran dan tips dari tersangka supaya kita nggak ditagih yaitu kita gendong anak kecil (dalam kasus ini tersangka menggendong anak kedua devi yang masih pakai popok) dan setelah anak itu diambil oleh ibunya maka pasanglah muka cool seolah-olah kita sudah membayar. Tips yang sangat berguna dan berhasil mengelabui sang ketupat, hahahaha.

Setelah urusan bayar membayar selesai, saatnya untuk balik dan tak lupa kita foto-foto dulu untuk mengenang acara ngumpul nak STONE yang sudah lama diwacanakan bisa dilaksanakan hari ini bertempat di dcost Mall Panakkukang. Alhamdulillah, udah banyak yang mengatakan kalo nak stone saat ini udah banyak yang punya kerjaan tetap dan juga masih ada yang berusaha baik itu nak stone yang lagi berusaha dapat kerjaan, lagi berusaha buat pekerjaan, lagi berusaha menyelesaikan studi S1 dan ada juga yang lanjut S2 (ada juga yang masih berusaha ambil SKL dan berusaha cari tempat sewa toga, hehe). Dan Insya Allah nak stone berusaha dikumpulkan lagi buat ikut acara pernikahan saudari Anti dan saudari Yaya (yang paling dekat dan udah pasti itu acara pernikahannya anti tgl 8 september, tunggu sj info selanjutnya dari yang bersangkutan karena saya curiga mereka tidak datang tadi bubar bersama karena sibukki persiapkan acaranya) dan mudah-mudahan ini bukan acara ngumpul terakhirnya nak stone karena saya yakin ke depannya pasti ada acara yang lebih menarik lagi buat acara ngumpulnya nak stone di lain waktu. Dan semoga kita semua masih diberi umur yang panjang dan waktu yang cukup oleh-Nya agar kita bisa berkumpul lagi di lain kesempatan. Amin.

Ps : Setelah acara ini ada beberapa orang yang tidak langsung pulang ke rumah utk laksanakan sholat taraweh tapi langsung berkumpul lagi di rumahnya Devi di Brorong. Dan di tempat ini banyak cerita menarik mengenai nostalgia nak stone, CLBK dan bicara tentang kerjaan nak stone saat ini plus ditemani santapan burger dari DJ Bakery. Tapi, berhubung mataku udah nggak mau diajak kompromi dan jari-jari udah capek ngetik jadi mohon maaf nggak sempat diceritakan saat ini (panjang jg cerita di rumahnya devi), hehehehe. Ini ceritaku, mana ceritamu??

Baca juga :

Cahyadi Basfain, Pemuda Tarakan Yang Dituakan
Hikma, Semanis Orangnya Seindah Maknanya