It’s time to Napabale Beach

79 views

Yahh, setelah beberapa lama tertunda akhirnya saya bisa juga menginjakkan kaki saya di Kota Raha Kabupaten Muna Prov. Sulawesi Tenggara. Perjalanan sy dimulai dari Pelabuhan Murhum Kota Baubau dengan menaiki Kapal Cepat Express Cantika 168 menuju Pelabuhan Nusantara Raha. Tiket sekali jalan dari Baubau-Raha yakni Rp 72.000 sdh termasuk tiket pelabuhan.Saya berangkat pukul 12.45 Wita karena menggunakan kapal siang, sebenarnya sih ada juga yang berangkat pagi cuman harus menyelesaikan laporan dulu jadi baru bisa berangkat siang. Waktu tempuh dengan naik kapal cepat sekitar 1,5 Jam untuk sampai ke Raha. Pukul 14.30 Wita saya sudah tiba di Pelabuhan Raha kebetulan seorang teman juga sudah datang untuk menjemput. Hari ini karena masih lelah dan sudah sore hari jadi cuman sempat berkeliling disekitar Kota Raha dan mengunjungi kantor dan gudang tempat teman sy bertugas. Malam harinya berhubung malam minggu nih jadi ngumpul dipinggiran pantai sambil menyantap minuman sarabba dan gorengan. Suasana di tempat ini sih mirip di Bukit Wantiro atau sekitar Pantai Kamali Baubau cuman tempatnya agak gelap dan kurang ramai.

Keesokan harinya sekitar pukul 08.30 Wita, saya dan teman beserta senior saya berangkat ke salah satu tempat wisata yang terkenal di Kota Raha yakni Napabale dengan menggunakan sepeda motor. Klo liat fotonya sih bagus tp sy mau buktikan sendiri dengan melihat tempat wisata itu secara langsung. Perjalanan ke Napabale ternyata agak ribet karena senior yang menjadi penunjuk jalan baru sekali kesana, itupun ikutan naik mobil jadi nggak terlalu hafal jalan. Akibatnya, kami sempat melewati belokan ke Napabale sekitar 3 km dgn kondisi jalan yg parah dan harus kita putar balik lagi. Kebayang dong gimana rasanya udah perginya lewati jalan rusak parah ehh ternyata salah jalan dan harus mutar balik lagi di jalan yg sama. Dobell parah dehh rasanya. Daripada kita keterusan mengandalkan ingatan masa lalu mending bertanya ke penduduk sekitar. Dan Alhamdulillah setelah bertanya kami akhirnya nyampe juga di tempat yang kami tuju walo sempat sekali salah jalan lagi, hehehe. Sebenarnya gampang sih dapat tempatnya cuman disini blom ada papan petunjuk utk ke tempat wisata tersebut. Bahkan papan nama tempat wisata pun nggak ada apalagi mau mengharapkan gapura selamat datang.

Yahh, kondisi jalan masuk ke tempat wisata ini sebenarnya masih dalam tahap perbaikan dan penataan kawasan wisata. Jadi, maklum aja dehh karena pemandangan disini juga bagus kok. Klo nggak salah sih jarak dari kota raha ke napabale sekitar 15 km cuman waktu tempuh agak lambat karena beberapa ruas jalan rusak parah. Tempat wisata Napabale beach terletak di Desa Lohia Kec. Lohia Kota Raha. Penduduk kota raha memang sering berlibur di tempat ini. Masuk di tempat wisata ini harus beli karcis masuk Rp 1.000 masih murah sih karena belum dikelola dgn baik. Sy sih pertama ngeliat nih kok bukan kayak pantai tapi seperti danau buatan karena nggak ada kliatan yg namanya pasir putih. Ternyata untuk menuju ke tempat yang ada pasir putihnya kita harus naik perahu lagi tapi waktunya cuman sebentar kok karena nggak terlalu jauh. Perahu itu cukup unik karena dua perahu dijadikan satu dan ditengahnya diberi tempat duduk. Satu orang bertugas menyalakan dan menjalankan mesin perahu dan dua orang anak kecil yang posisinya diujung perahu bertugas untuk mengarahkan kapal dengan cara mendayung jika kapal sudah mau merapat. Ongkos naik perahu itu Rp 20.000 sekali jalan dan kalo mau balik lg kita cuman berteriak aja karena tempatnya nggak terlalu berjauhan dan perahu tersebut akan datang menjemput.

perahu
Turun dari perahu ternyata kita masih harus jalan kaki lagi sekitar 10 menit untuk menuju sisi lain dari pulau ini. DI napabale ini mmg banyak pulau-pulau kecil. Akhirnya nyampe di tempat ini dan memang pemandangan lumayan bagus, airnya juga jernih utk menggoda orang berenang. Yang menarik kok ada perahu disini dengan muatan satu keluarga besar yg juga lagi berlibur. Darimana datangnya mereka? Padahal kan pintu masuknya cmn satu. Ternyata perahu tersebut datang dari penduduk pulau sekitar yang menggunakan perahu. tp kok kami td naik perahu kenapa nggak langsung turun aja di lokasi perahu ini?? Seorang teman pun langsung jawab ternyata perahu yang naiki tadi nggak bisa mengantar langsung ke tempat ini karena air sedang pasang jadi perahu nggak bisa lewat terowongan yang menjadi akses satu2nya jalan menuju ke lokasi yang berpasir putih. Sy mmg msh heran dgn tempat ini karena katanya ada pasir putihnya tapi skrg udah nggak keliatan akibat penambangan pasir galian oleh penduduk sekitar jadinya tinggak batu karang yang byk di pinggir pantai. Lumayanlah kita bisa berenang dan menikmati tempat wisata kebanggaan Kota Raha. Namun, alangkah lebih bagusnya klo Pemerintah setempat lebih memperhatikan dan mempercepat penataan kawasan wisata ini sehingga bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

napabale-beach

Sekitar pukul 11.30 Wita kami sudah selesai menikmati tempat ini. Yahhh, kami memang cuman sebentar di tempat ini karena saya harus cepat balik ke pelabuhan untuk mengejar jadwal kapal cepat yang berangkat sore menuju Baubau. Setidaknya saya sudah berkumpul dengan teman saya, menginjakkan kaki di Kota Raha dan menikmati suasana tempat wisata napabale yang sekali lagi menjadi kebanggaan masyarakat sekitar. See u

ucokeren