Sepinya Kota Pinrang, Tak Sesepi Hatiku

45 views

Sumpah, betapa senangnya waktu mendapat secarik kertas yang mengumumkan kalo diriku dapat Kabupaten Pinrang sebagai tempat orientasi lapangan. Makasih Ya Allah, Engkau telah mendengarkan curhatku. Walopun saya dapat Kota Pinrang cuman tempat orientasinya sebelum masuk ke kota pinrang, kalo tidak salah jaraknya 12 km dari Kota Pare-pare dan 16 km dari Kota Pinrang. Tapi gak papalah yang jelas sudah bisa lihat dengan jelas suasana kota ini dan akan selalu saya kenang sebagai Pinrank I’m in Love. Syukur udah bisa ngeliat jelas seluk beluk kota ini.

Namun, kota ini ternyata hanya ramai saat jam sekolah baik itu waktu pergi maupun jam pulang sekolah. Sore hari juga demikian. Dan memang kota ini masih saya anggap sepi dibandingkan kota pare-pare apalagi kota makassar. Nggak tau juga sih, mungkin saya yang kurang tau tempat hiburan disini atau tempat tinggal saya yang termasuk kawasan desa? Padahal saya tingga di jalan poros dekat tugu adipura dan semua teman yang saya tau berasal dari pinrang tau lokasi rumah saya. Tapi, saya cukup bersyukur karena sepinya kota pinrang tak sesepi hatiku.

Yupz, selain karena saya bisa tinggal di kota pinrang walo hanya sekitar sebulan tapi saya sudah bisa cukup meramaikan suasana hati saya dengan suasana kota pinrang, makanannya termasuk nasu palekko, kekentalan bahasa bugis yang membuat saya banyak belajar walau sampai saat ini baru 5% yang saya ngerti dan terlebih lagi orang-orang pinrang, khususnya teman yang berasal dari pinrang. Ya, meskipun teman sy dari pinrang hanya sedikit namun kehadiran dan informasi yang mereka berikan sangat bermanfaat. Saya senang dengan suasana kota ini yang merupakan penghasil beras dengan hamparan sawahnya yang luas terbentang yang selalu kita lihat di pinggir jalan sebelum kita masuk batas kota pinrang.

Sempat juga berpikir dan bertanya dalam hati, gimana yaa kalo sya tinggal lama di pinrang? mungkin aja saya sudah bisa jadi orang pinrang, hahaha. Padahal saya sudah berusaha untuk memikirkan caranya jadi orang pinrang, dan paling masuk akal adalah dengan menikahi perempuan asli pinrang. Ya, itu adalah cara paling sederhana namun memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Sulit memang karena perempuan itu masih terbayang dalam pikiran dan belum bisa di konvert ke dunia nyata dan sampai sekarang saya hanya bisa dianggap -siapa ini- ??? #bingung sendiri, tapi yang pastinya saya cinta kota ini, palagi perempuannya, hehe walo saya belum taw alasannya -pinrank i’m in love-