Susahnya Managemen Stok Manusia

68 views

Hehehe, kali ini mau nulis tentang managemen stok. Biasanya kan kan klo bicara stok berarti bicara tentang barang atau perlengkapan apa aja atau bisa juga mengenai stok kebutuhan pangan di suatu daerah. Berhubung saya belum ahli mengenai managemen stok barang, kali ini mau nulis mengenai ketidakahlianku atau lebih tepatnya mau cerita tentang managemen stok manusia sepengetahuan saya karena materi ini ruwet bin susah banget.

Ada orang yang bilang kalo stok barang kurang atau berlebih pasti ada saja solusi yang bisa diambil lewat suatu strategi khusus ataupun kebijakan pimpinan agar managemen stok kita dalam keadaan sehat. Masuk keluarnya barang dibanding persediaan atau stok barang yang kita miliki relatif masih bisa diatur, apalagi klo cuman satu atau dua jenis barang yang kita manage pasti lebih mudah.

Nah, klo yang satu ini mungkin agak menyusahkan sedikit jika kita mau me-manage stok manusia/SDM. Memang sih dalam suatu perusahaan pasti ada yang namanya HRD atau Divisi SDM yang memang punya tugas pokok buat mengatur sumber daya manusia dan pastinya juga mengatur yang namanya pengembangan dan perencanaan stok sdm perusahaan. Masalahnya adalah sebagian besar keputusan yang diambil oleh HRD atau divisi SDM belum sepenuhnya sesuai dengan kemampuan ataupun kapasitas seseorang dalam menempati suatu posisi tertentu.

Right Man in the Right Place belum sepenuhnya bisa diterapkan karena memang dari segi penerimaan pegawai suatu perusahaan tidak terlalu pusing mengenai latar belakang pendidikan calon pegawai (ada juga sih perusahaan yang mengharuskan latar pendidikannya spesifik, tapi lebih banyak yang sy lihat perusahaan yang mencantumkan pelamar bisa dari semua jurusan) . Nah, disinilah susahnya yang namanya managemen stok manusia. Penerimaan SDM yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan menjadi titik awal yang krusial dalam menyusun rencana managemen stok manusia kedepannya.

Saya pernah dengar dari orang yang sudah lama berkecimpung di dunia managemen stok barang khususnya komoditi pertanian bahwa klo komoditi yang awal masuknya sudah tidak sesuai dengan kualitas yang diharapkan maka pastinya akan menyusahkan kita dalam proses perawatan barang selama barang tersebut menjadi stok kita.

Begitupun dengan manusia, jangan sampe kita terima “manusia pemikir” padahal kita butuhnya “manusia pekerja”. Dan mungkin saja saat ini banyak yang salah posisi dikarenakan stok “manusia pemikir” berlebihan dan berada di posisi yang seharusnya diisi oleh “manusia pekerja” dan begitupun sebaliknya. Sederhananya, banyak yang punya kemampuan di lapangan tapi posisinya ada di belakang meja. Yahhhh, ruwettt pastinya.

klo udah salah manage stok sdm pastinya merepotkan juga bagi sdm lainnya. Pastinya orang yang salah posisi sulit diajak kerjasama karena semangat kerjanya kurang. Masih mendingan klo yg salah posisi mau belajar, nak klo yg cuekkk dan cuma ngomong doang kerjanya pastilah bikin jengkel. Ini cuma sebagian kecil cerita dari susahnya proses managemen stok manusia. Pastinya masih ada cerita di balik sisi lain tentang managemen stok ini karena manusia tuh punya banyak jenis watak dan kepribadian dan tentunya tak semudah seperti mengatur barang yang berserakan dilantai :p