Tamboraasi, Liburan Antara Laut dan Sungai

41 views

Akhirnya bisa liburan lagi setelah beberapa waktu lalu tertunda maka kali ini liburan ke Tamborasi bisa juga dilaksanakan. Oia, liburan kali ini sy dan teman berwisata ke Tamborasi yang terkenal dengan julukan sungai terpendek di dunia.

Perjalanan sy dimulai dari Kab. Kolaka menuju Desa Tamborasi Kec. Iwoimendaa. Jarak yang harus ditempuh sekitar 80 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan kecepatan 50-70 km. Jalan yang dilalui lumayan bagus sih, tapi masih ada juga perbaikan jalan. Harus lebih hati-hati karena jalannya dua jalur tapi sempit.

Tiba di pintu gerbang kita harus bayar uang masuk Rp 5.000 plus uang parkir Rp 5.000. Oia, yang jaga nih bukan petugas resmi tapi hanyalah warga desa setempat. Ada juga sih yang bilang kalau pemasukan dari tempat wisata ini masuk ke kas desa.

Masuk ke dalam kita bakalan disambut oleh jejeran kios makanan, tempat sewa pelampung ban dan gazebo yang bisa disewa untuk tempat istirahat. Banyak juga sih wisatawan yang membawa terpal sendiri beserta makanan-makanannya. Cuman jeleknya sih kayak nggak teratur aja kelihatannya karena mempersempit jalan masuk.

Tamborasi ini kalau sy sih lihatnya bukan seperti sungai tapi lebih mirip kolam panjang yang ujungnya ke laut.Katanya sih ini sungai soalnya airnya mengalir dari bawah tebing. Ada juga yang bilang kalau airnya berasal dari mata air. Cuman menurut sy Tamborasi ini uniknya karena kita bisa berenang dan bermain air laut dan air tawar. Soalnya air laut dan air tawar ini cuma di batasi oleh gundukan pasir. Jadi klo bosan dan kedinginan berenang di air tawar bisa langsung ke air laut yang lebih hangat.

Wisatawan lokal yang berkunjung disini lebih banyak yang berenang di air tawar daripada di air laut. Soalnya lebih adem juga sih. Oia, kalau kamu dari tempat air tawar mau ke air laut dan nggak mau basah bisa lewat jembatan kayu asal mau bayar Rp 5.000. Tapi kalo udah berenang dan basah-basahan di air sungai tinggal berenang ke seberang aja kalau mau nyobain berenang di air laut.

Tempat sampah di areal wisata sangatlah kurang, jadinya banyak sampah berserakan. Malah banyak juga yang numpuk sampah di pinggir jalan. Padahal banyak wisatawan yang bawa makanan dari luar. Oia, diujung sungai tuh antara air laut sama air sungai ketemu loh. Kata warga setempat airnya terpisah juga antara rasa asin dan tawarnya jadi airnya nggak payau hehe….


Liburan kali ini ke Tamborasi agak mengecewakan soalnya tempatnya nggak seperti bayangan semula. Tapi lumayanlah bisa liburan di salah satu tempat wisata kebanggaan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara #salamucok 😀