Tolong Jauhi RIBA, Akibatnya Fatal Loh !

308 views

Ini sharing dari grup telegramnya kang Dewa Eka Prayoga, saya copas aja di web supaya jadi pengingat saya dan kita semua yang sudah membacanya.

Siapapun yang memperbanyak hartanya dari RIBA, maka ujung akhir urusannya adalah KEMISKINAN (HR. Ibnu Majah).  Saya senang, karena makin kesini, makin banyak orang yang mensyiarkan tentang riba. Alasannya jelas: riba itu HARAM. Dan muslim yang taat tahu betul tentang hal itu. Termasuk di dalamnya mendakwahkan hal tersebut.

Banyak orang yang menentang perihal riba, bukan karena mereka gak mau nerima kenyataan riba itu haram, tapi lebih kepada ego diri yang dibesar-besarkan. Ini wajar, apalagi orang yang didakwahi tersebut sedang terlilit hutang yang nilainya cukup besar atau bahkan, rumah yang dimilikinya saat ini masih KPR, dan mobil/sepeda motornya masih leasing, dimana hal tersebut tergolong riba.

Banyak orang yang gak berani nerima kenyataan tersebut dan berdalih mempertahankan argumennya, misalnya:

“Daripada ngontrak terus, mending nyicicil rumah pake KPR…”

“Daripada ngangkot terus, mending leasing motor…”

“Daripada anak Saya kehujanan terus, mending leasing mobil…”

..dan sejenisnya.

riba saptuari dewa eka

Semua alasan adalah benar (bagi dirinya). Sayang, semua alasan tersebut adalah salah (bagi hukum Allah). Itulah pentingnya kita tahu dan paham bagaimana taat dan taqwa sama aturan Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah [2]: 208)

Tahu gak bisikan syaitan itu kaya apa?

Ya salah satunya merasuk ke ego kita. Sampai-sampai omongan orang bener (yang berasal dari Al-Qur’an) dilawan dan dipertentangkan. Coba Anda buka surat Al-Baqoroh ayat 279. Buka Qur’annya, baca, jangan buka Facebook mulu…

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya…” (Al-Baqoroh: 279)

Berani nantang Allah?
Berani nantang Rasulullah?
Berani memerangi Allah & Rasul-Nya?

Ya lagi-lagi, KECUALI Anda berani dan siap nanggung dosanya, silakan aja pakai riba. Dosa ditanggung sendiri. Selaku muslim, Saya dan juga Anda, adalah mendakwahkan hal tersebut.

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah Yang Maha Tahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125).

Biasanya, orang yang membuka hati dan pikirannya, tanpa mengedepankan ego dan nafsu, mereka akan menerima kenyataan itu. Khususnya jika mereka percaya 100% sama aturan Allah. Taat sama Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka itulah orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Maidah: 44)

Udah, taubat.

“Oke kang, Saya pengen ninggalin riba. Masalahnya utang Saya di bank dan leasing masih banyak, gimana caranya?”

Setelah ditaubati dengan serius, ya bayar. Bayar pokoknya.

“Masalahnya duitnya belum ada kang…”

Ya usaha. Makanya: USAHA.

Itulah mengapa, Saya jor-joran ngajarin orang-orang untuk jualan. Karena duit yang datang dari jualan itu bisa cepet dan gede. Hasilnya? Bisa dipakai untuk nutupin/bayar hutang.

Jangan cuma berkomitmen ninggalin riba, tapi masih terikat dengan akad riba. Sama aja…

Segera usahakan… Cari cara yang halal. Catat: HALAL.

Ingat, jualan itu halal. Maka Anda bisa lakukan dan seriusi itu.

Semoga bermanfaat ya. Dan berkomitmenlah bebas riba! Aaamin

Join di channel Dewa Eka Prayoga https://t.me/dewaekaprayoga yah 😀