Impian itu Ternyata Memuakkan

82 views

Menghayalkan impian terwujud

Menghayalkan impian terwujud

Impian itu menjijikkan, menyakitkan dan memuakkan. Impian itu membuat kita terlena, sampai kita terlupa dan tidak sadar bagaimana cara mewujudkan impian itu. Ada ribuan cara mewujudkan impian dan kita harus memilihnya. Setelah kita pilih kita harus sadar akan konsekuensinya. Dan konsekuensi yang paling fatal dan pahit adalah putus asa. Nah, keputus asaan membuat kita menyangsikan apa yang kita pilih. Akibatnya kita bisa berpindah ke cara lain dan konsekuensinya kita harus kembali ke awal. Apakah kamu mau seluruh hidupmu dimulai dari awal?

Tidak ada pilihan yang tidak mengandung resiko. Tapi orang yang sukses bisa menyikapinya. Resiko bukanlah suatu ancaman tapi adalah teman yang setia. Oleh karena itu, jika kita sudah berusaha dan mendapatkan jalan buntu maka kita harus ke kiri, kekanan atau mutar balik kembali ke jalan awal dan memulainya lagi dengan bekal pengalaman yang sudah kita dapatkan.

Memang banyak orang yang mengatakan bahwa kita harus mempunyai impian terlebih dahulu. Oleh karena itu, tidak ada salahnya punya impian yang penting kita harus punya cara untuk mewujudkannya. Berbicara tentang cara maka saya teringat oleh pertanyaan teman yang berkata Apakah rejeki kamu dengan Jusuf Kalla itu sama atau beda? Saya menjawab bahwa tidak, rejekiku berbeda antara kami berdua karena saya berasal dari orang biasa dan Jusuf Kalla berasal dari konglonmerat.

Temanku lantas berkata bahwa kamu salah kawan. Rejeki semua orang itu sama. Tuhan Maha Adil memberikan rejeki untuk semua umatnya. Bukan Tuhan namanya kalau berat sebelah atau mementingkan satu orang saja. Tuhan sudah mengatur bahwa rejeki umatnya sama semua. Nah, yang membedakan rejeki kita dengan Pak Jusuf Kalla adalah cara atau tindakan. Ayah Jusuf Kalla dulu orang biasa dari daerah dan sempat berjualan ikan keliling, tapi semangat untuk merubah hidup begitu tinggi dan Beliau tahu cara untuk mendapatkan rejeki yang sudah diatur oleh Tuhan. Dan, hasilnya bisa dilihat sekarang keluarga besar Jusuf Kalla sudah menikmati hasil jerih payahnya bertahun-tahun yang lalu sampai saat ini.

Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai berbuat, bertindak dan memikirkan cara agar rejeki yang demikian besar dari Tuhan bisa kita dapatkan. Nah, kalau kita mempunyai impian yang besar tapi kita tak tahu bertindak kan sama saja omong kosong. Semua harus dilalui dengan berusaha dan berdoa, bukan cuma mengharap impian kita langsung terkabul tanpa adanya cara yang tepat untuk mengabulkan impian kita sendiri dengan bantuan Tuhan.

Tugas kita sebenarnya bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam proses mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil (Mario Teguh)

Baca Juga : Perempuan Tak Boleh Lupa Kodrat