Zona Nyaman Bernama Mahasiswa

80 views

Comfort zone adalah zona kenyamanan, dimana kita merasa betah dan tidak ingin meninggalkan zona tersebut walaupun hanya beberapa saat. Bahkan seseorang sangat fans dengan zona ini karena mereka merasa seperti ada di dunia yang always happy dan tidak memiliki permasalahan apapun. Menjadi seorang mahasiswa adalah salah satu bentuk atau tahapan dimana kita masuk ke dalam comfort zone. Mengapa demikian??

Hal ini disebabkan oleh banyaknya godaan yang menerpa seorang mahasiswa, seperti perkuliahan, percintaan dan organisasi. Perkuliahan biasanya dijadikan alasan seorang mahasiswa untuk melakukan hal yang lain dan tidak berhubungan dengan aktifitas akademik sama sekali. Perkuliahan senantiasa berubah menjadi aktifitas lain seperti maen game, main domi/gaplek dan semacamnya agar mereka terus berada di zona kenyamanan.

Mahasiswa juga tidak luput dari zona kenyamanan yang berada pada tingkatan percintaan antar mahasiswa. Pasti setiap mahasiswa mempunyai seseorang lelaki atau perempuan idaman pada saat kuliah, jikalau tidak berarti kalian mungkin tidak tertarik dengan yang namanya cinta bersemi di kampus. Mahasiswa yang mempunyai pacar akan senantiasa menyenangkan atau selalu berada didekat orang yang dicintainya, dalam arti lain pacar adalah zona kenyamanan tersebut dan terjadi pada saat dikampus.

Organisasi mungkin menurut kalian bukanlah suatu zona kenyamanan karena mahasiswa memang identik dengan yang namanya organisasi kemahasiswaan. Akan tetapi, organisasi kadang pula memberi kenyamanan berlebihan kepada mahasiswa yang terlalu jauh mendalami ilmu kemahasiswaan yang tidak didapatkan pada perkuliahan. Tidak masalah dengan hal mempelajari organisasi kemahasiswaan, namun biasanya kita terlupa akan perkuliahan kita yang sudah memasuki semester akhir akibat terlalu eksis berorganisasi.

Zona kenyamanan tidak selamanya memberi kita kenyamanan karena pada saat kita berusaha menjauhi zona tersebut, maka kita akan menghadapi yang namanya kemalasan, kejenuhan dan semua perasaan senang kita seakan-akan menghilang dari diri kita. Yang pasti meninggalkan zona kenyamanan merupakan langkah kongkrit untuk mendapatkan zona kenyamanan yang lebih abadi dibandingkan zona kenyamanan semu bernama mahasiswa.