Faktor X, Masalah atau Kebanggan?

101 views

Hmmm, lama juga ternyata saya ninggalin atau lebih tepatnya sih menelantarkan blog berbagi ceritaku. Bdw, kali ini saya mau cerita nih tentang Faktor X yang biasanya kan orang tuh udah memperhitungkannya dalam berbagai hal.

Sebenarnya saya cerita nih gara-gara semalam dan beberapa malam yang lalu suka tuh menyaksikan penampilan seorang penyanyi remaja putri dengan style hijabnya yang imut deh. Siapa lagi kalau bukan pemenang edisi pertama kontes nyanyi X Factor Indonesia, Fatin Shidqia Lubis. Saya sih udah ngedukung banget nih anak supaya jadi juara, dan memang banyak yang nggak nyangka juga si Fatin ini bisa jadi pemenang soalnya selain kualitas lawannya tuh nyanyinya lebih bagus juga karena si fatin sering lupa lirik lagu.

Tapi, yang namanya pemenang kan tetap milik fatin yang dengan Faktor X suaranya yang tak ada duanya bisa menjadi pembeda. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan para mentor sekaligus juri khususnya Ahmad Dhani yang mengatakan bahwa “Kualitas vokal Novita Dewi tuh bagus banget tapi sering banget gue temuin, tapi karakter suara Fatin baru kali ini gue denger”.

Dalam artian diatas bahwa Karakter suara Fatin tuh menjadi Faktor X atau kunci sukses sekaligus pembeda yang bisa dijadikan kelebihan tertentu. Nah untuk kasus fatin ini saya bisa katakan bahwa faktor x yakni karakter suara khas fatin bisa dan akan menjadi KEBANGGAAN dirinya yang belum tentu semua orang bisa.

Faktor X bisa juga menjadi MASALAH buat orang lain dan faktor x bisa aja berbagai hal. Dalam hal ini kan biasanya dalam suatu kegiatan tuh kita sudah memperhitungkan sesuatu yang bisa saja terjadi dan dapat menimbulkan masalah. Nah, sesuatu itulah yang kita sebut faktor x, contohnya bencana alam. Faktor x ini bisa jadi membuat MASALAH besar karena biasanya diluar kuasa kita.

Intinya sih, cerita saya ini tergantung persepsi dan faktor x yang teman-teman diluar sana hadapi. Bisa saja faktor x itu yang memang biasanya diluar kehendak, disatu sisi bisa menjadi masalah tapi disisi lain bisa juga menjadi kebanggan tergantung cara kita menyikapi dan melihatnya dari sudut pandang masing-masing #salamucok 😀