Dokter Samsiah, Perempuan Inspiratifku

68 views

Hhhmm, berhubung tema kali ini tentang Perempuan Inspiratif, maka saya mau nulis tentang sosok seorang dokter, perempuan, masih muda dan punya kepedulian tinggi dibidang kesehatan khususnya buat masyarakat yang bermukim di desa. Tulisan ini diikutkan pada 8 minggu ngeblog bersama anging mammiri, minggu ketiga.

Sebelumnya nih mungkin banyak yah yang menuliskan tentang Ibunya yang menjadi inspirasi hidup tapi menurut saya sih agak susah untuk mengungkapkannya dan pastinya panjang banget tulisannya mengingat banyak pengorbanan dan perjuangan sang Ibu yang bisa jadi inspirasi kita. Olehnya itu, mending saya ceritakan ttg sosok perempuan inspiratif lainnya.

Perempuan yang bisa menjadi inspirasi kita bersama tuh yakni Dokter Samsiah. Sebenarnya saya belum pernah ketemu dengan sosok dokter cantik ini. Saya cuma melihat perjuangan dan kegigihannya lewat media televisi yang menampilkan beberapa orang inspiratif dan bisa dijadikan teladan, itupun tayangan tentang dokter samsiah itu sy lihat sekitar 2 tahun yang lalu dan sampai sekarang saya masih ingat tentang sosok beliau.

Dokter Samsiah ini sebelumnya tuh masih mengikuti masa coass dan seterusnya menjalani profesi sebagai dokter muda di sebuah puskesmas pembantu yang terletak di desa terpencil dan membutuhkan waktu beberapa jam perjalanan menyusuri jalan sempit, tidak beraspal dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Dokter Samsiah diijinkan oleh Kepala Desa setempat untuk tinggal di Puskesmas sekaligus melakukan praktik kesehatan disana.

Setiap hari bahkan nggak kenal waktu, dokter samsiah harus memeriksa dan menganjurkan resep atau obat buat pasiennya. Mungkin inilah resiko jadi dokter maka tiap saat harus siaga dan siap memberi pertolongan medis karena dokter samsiah biasa dibangunkan oleh pasien dikala sang dokter baru aja mau tidur atau pada saat puskesmas belum buka alias masih pagi buta.

Tak jarang juga sang dokter harus berangkat menemui pasiennya langsung dirumah. Dokter samsiah ini juga tak ingin memberatkan pasiennya dalam hal pembayaran jadi dia tak mengenakan biaya pemeriksaan cuma untuk obat juga kadang ikut meringankan pasien yang memang butuh pertolongan tapi nggak punya cukup duit. Biasa juga tuh ada yang membayar bukan dengan uang tapi dengan hasil kebun mereka.

Sebenarnya banyak banget kendala yang dihadapi sang dokter. Seperti jika stok obat yang habis maka sang dokter harus menempuh perjalanan beberapa jam menggunakan ojek sepeda motor langganannya untuk menuju kota mengambil obat-obatan di apotik kepercayaannya. Oia, dokter samsiah ini cuma menerima honor dari pemerintah setempat. Kata sang dokter sih memang nggak cukup sih tapi ada aja rejeki yang datang baik dari warga desa setempat atau adanya bantuan dari pihak lain.

Hhhmmm, saya sih mikir juga kok masih ada juga yah yang betah hidup di sebuah desa dengan fasilitas minim, apalagi dokter. Kalo menurut sang dokter sih memang banyak juga yang nanyain kok betah banget bertugas di desa apalagi cuma di puskesmas pembantu. Tapi sang dokter memang niat dari awalnya tuh kuliah kedokteran pengen membantu sesama. Dan memang sih butuh perjuangan keras buat kita semua untuk peduli sesama manusia.

Terlepas dari hiruk pikuk keramaian kota dan kebanggaan menyandang gelar dokter tidak membuat dokter samsiah harus meninggalkan dunia kedokterannya dan masih setia bergulat dengan kehidupannya sebagai dokter pedalaman hehehe. Dan kehidupan sang dokter ini sangat menginspirasi saya buat menjalani kehidupan dengan cara lebih peduli kepada sesama manusia. Kata-kata yang paling saya ingat tuh ketika dokter mengatakan “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat buat orang lain“.

Dari inspirasi sang dokterlah saya punya keinginan untuk mendirikan sebuah klinik kesehatan di kampung saya dan diperuntukkan buat kalangan umum khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Nah, di klinik inilah nanti dokter-dokter muda didampingi dokter berpengalaman bisa mempraktikkan ilmu kedokterannya dan membantu sesama.

Di klinik ini nantinya biaya pemeriksaan digratiskan dan untuk obat-obatnya nanti akan disubsidi dari bantuan teman-teman yang satu visi dan juga peduli terhadap sesama. Dari klinik ini semoga bisa membantu masyarakat yang kurang mampu dari segi kesehatan dan saya berharap akan lebih banyak lagi dokter-dokter seperti dokter samsiah yang terlahir untuk memberi inspirasi buat kita semua. Amin…. #salamucok 😀