Mungkinkah Dia?

90 views

Sejak pindah tugas dan serah terima telah dilakukan itu berarti segala tanggung jawab dari pejabat yang lama akan menjadi tanggung jawab pejabat yang baru. Dapat jabatan berarti harus siap menerima beban pekerjaan dan juga tekanan tingkat tinggi baik dari intern maupun pihak ekstern.

Sejak di tempat tugas yang baru ini hubunganku denganNya menjadi renggang dan malas sekali melaksanakan perintahNya. Padahal masalah yang datang silih berganti. Apalagi saat ini masalah yang saya hadapi cukup berat. Namun tak jua jiwaku terpanggil untuk curhat kepadaNya. Malah yang ada saya lebih sering membicarakan tentang masalahku kepada dia…dia…dan dia….

Yaahh….Dia yang kumaksud adalah seorang teman lama yang bersua kembali dan mungkin saja gegara dia cinta lama itu bersemi kembali. Membicarakan masalahku dengan dia cukup melegakan hatiku walaupun tak banyak solusi yang dihasilkan. Pembicaraan yang kadang serius dan bercanda dengannya bisa mengalihkan pikiranku dari masalah itu walaupun sesaat.

Bisa berbicara dengan dia merupakan suatu anugerah tersendiri buatku. Hati ini sangat senang jika mendengar suaranya. Oia, dia ini tinggal di provinsi sebelah tapi masih di pulau yang sama. Jadi kami berbicara lebih banyak melalui telepon. Sinyal yang kadang SOS ditempatku tak menyurutkan usahaku untuk tetap berkomunikasi dengan dia.

Entahlah. Mungkin saat ini saya baru tersadar. Pikiran yang ruwet dan stress yang menghinggapi bisa hilang hanya karena pembicaraan yang nyambung dengan dia. Namun sampai kapan saya harus mengganggunya. Bukankah dia juga punya calon suami yang butuh dengan dia. Yah dia memang sudah terikat dan saya juga harus memaklumi kalau permintaanku untuk bisa menelepon setiap hari ditanggapi dingin.

Akkhhhhhh kenapa saya harus terjebak lagi disituasi seperti ini. Saya butuh dia untuk menghadapi masalahku. Dengan adanya dia kobaran semangat dan harapan itu ada dan nyata agar masalah ini bisa selesai cepat.

Ya Allah mungkinkah ini salah satu ujianMu. Mengirimkan dia karena saya telah melalaikan perintahMu dan lebih banyak berharap pada dia bukan kepadaMu. Ataukah ini adalah pertanda dariMu bahwa dia adalah orang yang selama ini saya minta kepadaMu untuk menemaniku sehidup semati.

Entahlah…. saya tak mau mengada-ada dan sok memprediksi apa yang akan terjadi dengan dia. Jelasnya saya akan berusaha mendekat lagi denganNya. Jangan sampai saya terjebak lagi dengan kehadiran dia dan menjadi pemisah denganNya. MendekatiNya adalah suatu keharusan. Dengan berada di dekatNya semoga masalah ini cepat terselesaikan dan mungkin saja dia sengaja di dekatkan denganku berkat kekuasaanNya hehehe……….. #salamucok 😀