Diantara Dua Cuaca

97 views

Yah pengadaan beras bulan Juni ini tak bisa memenuhi target yang diberikan oleh pusat. Kegiatan pemasukan beras di gudang juga berkurang berhubung melambatnya penyerapan beras di bulan yang bertepatan dengan momen piala dunia. Biasanya harga pembelian beras yang menjadi faktor penghambat mitra penggilingan padi memasukkan berasnya di gudang. Kali ini faktor cuaca yang tak menentu menjadi penyebab utama.

Kadang hujan deras, hujan rintik-rintik disertai angin, Kadang panas setengah hari, setengahnya lagi mendung. Hari ini hujan, pagi panas, sorenya hujan lagi lanjut sampai siang di hari berikutnya. Yah, bulan ini intensitas hujan lebih banyak daripada sinar matahari mirip dengan seseorang yang lebih banyak galau daripada move on hehehe….

Keadaan yang tidak menentu membuat para mitra kerja penggilingan padi harus lebih cermat mengamati kondisi cuaca. Panas matahari menjadi alat utama para penggilingan padi kecil untuk menjemur gabah. Beda dengan penggilingan besar yang memiliki oven/dryer seed meskipun kapasitasnya kecil, tetap para penggilingan padi kecil sangat bergantung pada intensitas sinar matahari.

Gabah kering panen yang belum juga dijemur lama kelamaan bisa tumbuh kecambahnya dan merusak keutuhan butir berasnya, itupun kalau sudah dipaksakan untuk digiling walau belum cukup kering untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Para petani dan penggilingan padi kecil saat ini memang berada diantara dua cuaca yang tidak menentu. Kadang hujan kadang panas. Kalaupun dipaksakan maka hasilnya pasti kurang memuaskan. Menunggu cuaca membaik dengan intensitas sinar matahari yang cukup bukan perkara satu dua hari saja. Kesabaran mesti dijaga. Sikap terburu-buru bakal menyengsarakan kedepannya.

Tempat penjemuran padi terlihat sepi dan kosong. Lantai penjemuran masih basah akibat hujan semalam. Sinar mentari pagi belum juga terlihat. Doa subuh hari belum diijabah Yang Diatas. Sabar menjadi solusi tepat menunggu waktu yang tepat.

Semakin lama maka semakin memperbesar kemungkinan kerugian yang harus ditanggung akibat gabah belum bisa digiling. Gabah bukanlah benda mati tapi tanaman yang masih hidup dan memungkinkan untuk tumbuh besar menjadi bibit dan padi yang bisa saja menghasilkan gabah lagi apabila ditanam.

Gabah menjadi bibit padi bukanlah tujuan akhir para penggilingan padi tapi beras menjadi tujuan utama. Apalah daya karena terjebak diantara dua cuaca jadinya menghambat penyerapan beras bulan ini. Bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk menjemur gabah harus dilakukan. Semoga saja cuaca yang galau ini bisa segera move on agar mesin penggilingan bisa kerja full dan on time sehingga pengadaan beras kembali lancar #salamucok 😀