Sehat Milik Semua, Secercah Harapan Kaum Duafa

88 views

Teringat berita sedih mengenai kejadian seseorang meninggal karena terlambat ditangani oleh pihak Rumah Sakit yang lebih mempermasalahkan urusan administrasi daripada langsung melakukan tindakan penanganan pasien gawat darurat. Yahhh, biasanya yang ngalamin ribetnya administrasi tuh yakni para peserta Jamkesmas yang notabene dari kalangan orang tidak mampu. Lahhh yang masih dijamin pemerintah aja masih susah buat berobat apalagi yang beneran nggak mampu layaknya kaum dhuafa.

Kaum dhuafa juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Sangat sedih mendengar pernyataan kalau orang miskin dilarang sakit. Padahal sehat milik semua. Kaya miskin sama-sama mau sehat. Cuma pelayanan kesehatan antara si miskin dan si kaya sering sekali dibedakan. So, mungkinkah sehat milik semua?

Secercah harapan buat kaum dhuafa kini ada di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC Dompet Dhuafa). LKC-DD diharapkan bisa menjadi solusi permasalahan layanankesehatan. Sebenarnya keberadaan LKC-DD baru saya ketahui dari kontes blog Sehat Milik Semua yang diadakan oleh LKC bekerjasama dengan platform blog asli Indonesia yakni BLOGdetik. LKC-DD buat saya tuh layaknya oase ditengah padang pasir. Soalnya niat buat membantu kaum dhuafa dalam hal kesehatan bisa tersalurkan melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa.

Sehat Milik Semua bukanlah jargon yang mustahil untuk diwujudkan. Sumbangsih peran lembaga dan masyarakat sangat diperlukan. Sebenarnya menurut saya upaya mewujudkan kesehatan milik semua perlu dititik beratkan dalam hal pencegahan daripada tindakan pengobatan. Kan lebih baik mencegah daripada mengobati :p

Edukasi kepada kaum dhuafa mengenai pentingnya tindakan pencegahan terhadap berbagai penyakit sangat diperlukan. Dan LKC-DD memang sudah memiliki direct program penyuluhan kesehatan. Untuk melakukan edukasi kepada kaum dhuafa, LKC bisa bekerjasama dengan komunitas/lembaga sosial kepemudaan maupun lembaga kemahasiswaan yang konsen di bidang kesehatan. Misalnya, LKC bisa bekerjasama dengan lembaga mahasiswa kedokteran untuk melakukan penyuluhan kesehatan langsung di lokasi kaum dhuafa berada. Mengingat mahasiswa kedokteran tuh secara teori pencegahan terhadap beberapa penyakit tertentu pengetahuannya lebih fresh sehingga bisa bermanfaat buat edukasi dan peran komunitas sosial yang saat ini semakin meningkat terlebih didukung dengan aktifnya media sosial dalam hal kegiatan sosial kemasyarakatan.

Saya kira mahasiswa kedokteran sangat senang bisa berbagi pengetahuan pencegahan penyakit apalagi buat kaum dhuafa dan juga pasti akan ada pengalaman yang didapatkan mahasiswa ketika turun langsung mengedukasi masyarakat. Kalaupun dibutuhkan tindakan seperti pelayanan kesehatan dasar, masih banyak kok dokter-dokter muda yang mau memberikan sumbangsihnya dengan niatan membantu sesama manusia hehehe…

LKC-DD bisa menjadi salah satu tempat bagi kaum dhuafa untuk mendapatkan layanan kesehatan cuma-cuma di negeri tercinta ini. Daripada menggantungkan harapan kepada pemerintah untuk mengatasi masalah pelayanan kesehatan kaum miskin yang belum maksimalmendingan kita dukung lembaga/layanan kesehatan lainnya untuk turut membantu mengurai carut-marutnya pelayanan kesehatan bagi warga tidak mampu. Sadar atau tidak memang kita tidak seharusnya menggantungkan harapan setinggi langit kepada pemerintah, karena memang kalau kita sebagai masyarakat yang memiliki kemampuan dan pengetahuan lebih di bidang kesehatan seharusnya turut ambil bagian mengatasi masalah kesehatan bagi masyarakat miskin.

LKC-DD bisa menjadi tempat kita berbagi kepada sesama manusia. Misalnya saja dokter-dokter yang memiliki waktu dan tenaga dengan niat yang tulus bisa turut menjadi relawan untuk mensukseskan program-program LKC-DD secara langsung baik itu melalui aksi layanan sehat, pemeriksaan/cek kesehatan bagi masyarakat miskin, dan program layanan kesehatan lainnya. Setidaknya secercah harapan buat kaum dhuafa dalam hal pelayanan kesehatan sudah bisa difasilitasi oleh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa plus niatan tulus sesama manusia turut membantu peningkatan layanan kesehatan di negeri ini. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga/komunitas sosial serta masyarakat dan dukungan media sosial maka pelayanan kesehatan buat kaum dhuafa tak lagi menjadi masalah berarti di kemudian hari. So, Sehat Milik Semua bisa kita wujudkan bersama 🙂