Begini Pola Asuh Anak Cerdas dan Efektif Bagi Tumbuh Kembang Anak

661 views

Anak merupakan harapan setiap orangtua dan keluarga. Semua orangtua tentunya menginginkan anaknya dapat tumbuh menjadi pribadi yang positif, namun tak sedikit orangtua yang mengalami kesulitan untuk memahami sisi psikologis anak. Padahal memahami psikologis anak merupakan satu bagian yang sangat penting dan merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi sejak dini untuk menentukan pola asuh anak, sehingga perlu ada kedekatan antara orangtua dan anak yang dibangun sejak kecil.

Salah satu cara untuk bisa menyelamatkan anak-anak kita adalah dengan kenal karakter dan kepribadian anak kita. Untuk bisa kenal karakter dan kepribadian anak, mau tidak mau yang perlu kita lakukan adalah membangun engagement dengan anak. Engagement maksudnya adalah ada keterlibatan orangtua dengan anak, ada interaksi dengan anak, ada ketersambungan dengan anak baik secara psikologis, spiritual, mental  maupun secara eksistensi.

Untuk dapat mengenali karakter anak maka perlu adanya kedekatan secara emosional, maka orangtua perlu memberi porsi waktu yang cukup banyak untuk dapat berinteraksi secara langsung dengan anak. Semakin banyak waktu yang diberikan untuk anak maka orangtua akan semakin mudah untuk dapat memahami psikologis anak, sehingga  akan memudahkan untuk memberikan kebutuhan psikologis anak sesuai dengan karakter.

pola asuh anak

Caranya bagaimana untuk mengenali karakter anak? Kita memang sering mendengar yang namanya quality time tapi kualitas tidak mungkin bisa dibangun tanpa adanya kuantitas. Jadi orangtua mau nggak mau harus menginvestasikan waktunya secara rutin dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya bisa diupayakan untuk bisa berinteraksi dengan anak dan interaksinya adalah interaksi yang positif.

Dengan mengenali dan memahami karakter anak dengan baik sejak dini maka orangtua dapat menentukan pola didik yang tepat yang disesuaikan dengan karakter anak. Selain mendidik secara langsung, orangtua juga dituntut untuk dapat memberikan contoh yang baik karena anak cenderung meniru apa yang orangtua lakukan. Maka jadilah contoh yang baik untuk anak-anak kita.

Menurut Intan Indira pakar Neuropsikolog Anak, Jenis-jenis pola asuh anak itu ada empat macam yakni authoritarian, otoritatif, nieglechful dan permisif . Penjelasan pola asuh anak kita mulai dari yang paling buruk yakni  :

Nieglechful  yang merupakan pola asuh dimana orangtua yang tidak peduli sama sekali dengan anaknya. Jadi anaknya ada didekat orangtua, tapi orangtua cuek aja tidak memberikan perhatian lebih, orangtua misalnya hanya sibuk maen gadget.

Jenis pola asuh yang kedua adalah permisif dimana orangtua cenderung memberikan kebebasan kepada anak. Pokoknya anak boleh ngapain aja. Mau anak jungkir balik dibiarin. Biasanya tipe-tipe orangtua itu diberikan mainan terus. Misalnya karena orangtua merasa bersalah pulang malam gitu dibawain mainan untuk anaknya. Jadi karena orangtua mungkin merasa tidak punya waktu yang cukup dengan anak maka anaknya boleh ngapain aja.

Lalu ada yang namanya pola asuh otoritatif dimana orangtua itu strict sekali sama anaknya. Jadi tidak boleh A tidak boleh B, nilai anak harus tinggi terus, harus takut. Misalnya ada seorang ibu yang berkata pokoknya kamu harus begini, terus anak bertanya kenapa harus begitu bu? Ibunya menjawab karena menurut ibu itu yang paling benar. Jadi orangtua tidak memberikan ruang komunikasi yang baik antara orangtua dan anaknya.

Pola asuh yang terakhir ada yang namanya authoritarian yakni pola asuh yang ada boundaries ada rules ada aturannya tapi anak itu bisa berkomunikasi bisa bebas berbicara dengan orangtuanya.

Pola asuh anak sangat berkaitan erat dengan yang namanya disiplin

Kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak untuk berdisiplin? Menurut Intan Indira, dari sejak kecil anak sudah bisa belajar untuk disiplin. Jadi boundaries atau aturan-aturan itu sudah bisa diterapkan dari bayi. Bayi itukan menarik perhatian orangtua dengan menangis. Ada orangtua yang katanya kalau bayi sudah makan, sudah disusui, sudah tidur, popoknya kering semuanya oke terus bayinya nangis dibiarin aja. Jadi anak itu dibiasakan untuk tidak menggunakan cara-cara yang tidak baik untuk menarik perhatian orangtuanya. Tapi sedini mungkin dengan cara yang sebaik mungkin.

Bagaimana sih metode yang tepat untuk mengajarkan anak disiplin? Dalam disiplin itu sebenarnya satu kata kunci yang paling penting untuk semua pola asuh anak yaitu konsistensi. Konsistensi antara satu aturan dengan aturan yang lain, konsistensi antar semua keluarga yang mengasuh anak kita. Misalnya antara ibu dan bapak, susternya, nenek kakek  atau siapapun yang mengasuk anak kita harus konsisten aturannya. Misalnya menurut ibunya jam 4 sore harus bikin PR, bapaknya juga harus ikut aturan tersebut.  Jika misalnya ibunya sudah membuat aturan jam 4 sore harus bikin PR terus anaknya ke bapaknya minta main terus diijinkan maka tidak akan bisa terbentuk disiplin anaknya.

Jadi orangtua harus konsisten menerapkan aturannya. Jika saat ini anaknya tidak mengerjakan PR dihukum maka next time anaknya tidak mengerjakan PR maka ibunya juga harus menghukum. Jadi nggak bisa kadang boleh kadang nggak. Sama orang A boleh sama orang B nggak boleh. Inkonsistensi aturan tersebut bisa membuat anak bingung. Padahal anak itu simple, maka orangtua harus konsisten terus-terusan terjadi akhirnya anak bisa menjiwai aturan-aturan yang dibuat orangtua. Jadi otomatis anak bisa menerapkan disiplin dari aturan yang konsisten diberlakukan oleh orangtua sehingga jadi bagian dari diri anak dan pola hidup anak itu sendiri.

Cara orangtua memantau fase tumbuh kembang anak

Anak adalah masa depan bagi keluarga dan bangsa. Lalu bagaimana cara orangtua harus bersikap untuk memantau fase tumbuh kembang anak? Seiring dengan proses tumbuh kembang anak, pola asuh anak pun perlu kembali disesuaikan.  Kehadiran orangtua sangat penting agar tumbuh kembang anak tetap dalam pengawasan. Dengan menanamkan sikap tegas dan disiplin sejak dini akan sangat membantu dalam proses tumbuh kembang anak dan lebih mudah untuk diarahkan. Tentunya dengan tetap menyesuaikan karakter dan kondisi anak.

Kebiasaan yang menjadi pola dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari anak. Dengan demikian makna dari kata disiplin tadi harus diturunkan kedalam bentuk-bentuk perilaku yang mudah dipahami oleh si anak dan mudah juga untuk dilakukan.

Baca Juga : 4 Tipe Rumah Tangga Saat Ini, Yang Manakah Anda?

Meski menerapkan pola didik yang tegas dan disiplin, namun saat anak melakukan kesalahan orangtua tidak boleh memberikan nasehat atau kritik yang berlebih pada anak karena dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya. Berikanlah penjelasan yang sesuai dengan kemampuan kognitif dengan memilih kata-kata yang mudah dipahami dan disesuaikan dengan umur dan karakternya.

Tapi pada saat kita masuk dengan pendekatan-pendekatan yang sungguh-sungguh logis, rasional, masuk akal maka anak akan lebih mampu dan mau menerimanya karena anak bisa memahaminya dan menggunakan tentu saja bahasa yang cocok dengan umur anak dan dalam konteks pemahamannya anak. Kalau bahasanya terlalu canggih anaknya juga nggak ngerti.

Pola asuh yang baik adalah pola asuh yang menyesuaikan dengan karakter serta tumbuh kembang anak. Sebagai orangtua tidak perlu takut untuk menerima beragam hal baru. Yang perlu diperhatikan adalah adanya pengawasan orangtua dan dapat terus memantau perkembangan anak.

Pola asuh anak berkaitan dengan permainan dan gadget

Anak-anak boleh main gadget nggak sih? Bagaimana membatasinya? Umur berapa boleh main gadget? Saat apa bisa main gadget? Menurut Intan sebenarnya terserah orangtua sendiri. Jadi gadget itu ada beberapa penelitian bahwa tidak ada pengaruh positif maupun negative. Kita harus melihatnya sebagai mainan saja. Nah memang ada penelitian yang bilang bahwa anak yang tidur dengan gadget tidurnya setengah jam lebih pendek dibandingkan dengan anak yang tidur tanpa gadget. Jadi mungkin jika memang orangtua ingin membatasi sebelum tidur jangan ada gadget di dalam kamarnya. Tapi kapan bolehnya pemakaian gadget oleh anak itu sepenuhnya terserah orangtuanya. Jadi perlakukan ini seperti memperlakukan mainan lainnya.

Kalau berbicara soal permainan nih, permainan seperti apa sih yang bisa meningkatkan kecerdasan seorang anak? Pastikan setiap orangtua ingin anaknya cerdas yah. Permainan itu harusnya membuat anak cerdas. Kita harus ingat bahwa permainan itu bukan hanya untuk kecerdasan tapi menyenangkan juga untuk anak harus fun. Mainan tidak harus selalu ada sisi edukatifnya tapi kita bisa mengeluarkan emosi yang mungkin tadinya sedih atau frustasi dalam sekolah begitu maen misalnya lompat tali anak bisa mengeluarkan emosinya tersebut. Kita harus percaya bahwa kecerdasan intelektual harus sejalan dengan kecerdasan emosional. Jadi kita harus mencari mainan yang memang juga bisa meningkatkan kecerdasan emosional anak kita. Jadi permainan anak juga harus seimbang, harus fun lah. Di sekolah anak-anak sudah belajar pas di rumah mainnnya mainan edukatif lagi kan kasihan anak belajar terus harusnya main permainan yang fun. Kan kasihan kalau anak-anak harus belajar terus. Jadi, terapkan pola asuh yang terbaik untuk anak-anak Anda.

Demikian artikel pola asuh anak cerdas dan efektif bagi tumbuh kembang anak ini dibuat dan disadur dari program Metro I Care yang tayang setiap hari minggu di Metro TV. Silahkan dibagi/share di Facebook atau Twitter Anda jika artikel ini bermanfaat bagi orang lain. Terima kasih telah membaca artikel dan berbagi cerita ini #salamucok 😀

Tags: #pola asuh anak