Faktor K dalam Kehidupan

93 views

Biasanya tuh yang sering dibicarakan sih faktor X dalam tiap kehidupan dimana faktor X biasanya tuh faktor yang tak bisa diprediksi. Tapi kan udah biasa tuh yang namanya faktor X dan kebanyakan udah bisa diantisipasi dengan adanya planning B.

Nah, yang sekarang mau dibahas tuh faktor K dalam kehidupan kita baik dalam dunia kerja maupun dunia kita sehari-hari. Faktor K selalu menjadi alasan untuk melakukan sesuatu. Faktor K ini semacam menjadi daya tawar tersendiri.

Faktor K yang saya maksud disini adalah faktor KEPENTINGAN. Dimana penting nggak pentingnya seseorang menjadi nilai tersendiri dalam suatu sudut pandang sang pemangku jabatan khususnya dalam dunia kerja. Faktor K inilah yang sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan.

Misalnya nih dalam dunia kerja. Ada tuh sesama karyawan yang beda perlakuannya padahal pimpinannya sama. Cek per cek karyawan A itu cuman karyawan biasa sedangkan karyawan B merupakan keluarga besar salah satu pimpinan di perusahaan tersebut. Sehingga karyawan B memiliki perlakuan istimewa karena adanya kepentingan di balik statusnya atau kasarnya punya backing dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pimpinan tersebut.

Contoh lainnya tuh dalam dunia kerja yakni faktor K tersebut sangat berperan dalam hal mutasi atau peralihan tugas seorang karyawan atau pegawai dalam menempati suatu posisi atau jabatan tertentu di tempat tugas yang telah disiapkan oleh sang pemangku kepentingan. Dimana dalam penempatan seorang karyawan tuh tidak didasarkan pada kompetensi atau kinerja seseorang. Istilahnya sih sang pemimpin mengabaikan prinsip right man in the right place demi kepentingan tertentu di kemudian hari. Kasarnya tuh sang pemimpin pasti menempatkan seseorang yang bisa dikontrol sesuai keinginannya untuk memuluskan apa yang ingin diraihnya. Walaupun terkadang memang pimpinan itu memiliki hak prerogatif menentukan siapa orang yang menurutnya bisa dan layak untuk dipindah tempatkan untuk posisi atau jabatan tertentu.

Yah, memang susah sih sebagian orang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia kerja yang namanya kepentingan tuh biasa juga dinomor satukan dalam artian seseorang akan membantu atau akan bergerak jika menurutnya menguntungkan kepentingan pribadinya sendiri atau kalau nda salah tuh kebanyakan orang udah apatis cenderung pragmatis hehe.

Semoga deh Faktor K itu bisa diminimalisir bahkan dihilangkan dalam kehidupan kita khususnya di dunia kerja dan lebih cenderung menerapkan prinsip profesionalitas dalam menjalankan tugas kita sehari-hari #salamucok 😀