Hari 6, Sunrise Mountain dan Kawah BROMO

103 views

Hari Selasa, 27 Mei 2014 Pukul 01.45 WIB. Udara dingin masih juga menembus jaket tebal yang saya pakai. Yah jam segini kami sudah siap untuk memulai petualangan hari ini menuju Gunung Bromo. Para peserta open trip kali ini dikumpul depan salah satu homestay untuk diberi pengarahan oleh guide. Habis pengarahan kami dibagi menjadi 4 jeep yg berisi sekitar 7-12 peserta. Jeep yg dipakai model terbuka mirip di film 5CM jadi lebih menantang karena kami harus berdiri dan berhadapan langsung dengan dinginnya malam.

Pukul 02.00 lewat kami mulai perjalanan ini. Jeep mulai beriringan berjalan menyusuri jalan gelap yg hanya diterangi lampu jeep. Jalan yang kami lewati masih aspal mulus hingga depan pintu palang masuk kawasan Bromo Tengger Semeru. Ternyata udah banyak jeep-jeep lain yang antri duluan buat beli tiket masuk baik yang mau ke bromo maupun ke gunung semeru.

Berhubung kami open trip nih jadi semuanya telah diurus oleh pihak Ransel Wisata jadi tinggal terima beres aja hehe. Setelah pengurusan tiket selesai maka perjalanan dilanjutkan dan disinilah petualangan itu dimulai. Bukan lagi jalan aspal yg kami lewati tapi ini sudah jalan tanah yang cuma bisa dilewati satu jeep dan disamping tuh udah jurang.

Jalan tanah yang menurun dan menanjak menggoncang perut kami. Para peserta open trip ini harus berpegangan kuat pada jeep masing-masing ditambah angin wihhh sensasinya suerrrr ajib. Melewati lekukan jalan diantara tebing yang curam akhirnya kami melewati jalan rata yang ternyata kebanyakan pasir. Makanya disarankan pakai jeep karena medan yang dilalui cukup berat.

Namun ada juga sih para penikmat sun rise bromo menggunakan motor yang tentunya butuh perjuangan berat melewati medan pasir. Tak lama juga sih dapat jalan aspal lagi disini udah ramai banget. Sy lupa nama desanya. Banyak homestay disini dan jeep-jeep mulai antri lagi buat menuju penanjakan yang menjadi view point mountain sun rise bromo.

Saat itu team leader kami menentukan tempat view point open trip di seruni point atau disebut penanjakan dua. Jeep cuma sampai dibawah saja selebihnya harus jalan kaki. Langkah kami harus dipercepat karena sun risenya udah mau terbit. Cahaya bias orange mulai kehilatan diantara kegelapan malam. Harus banyak bergerak karena udaranya juga makin menusuk.

Buat yang nggak kuat jalan kaki ada ojek kuda yang disewakan warga setempat. Tarifnya nggak tau soalnya saya memutuskan jalan kaki. Wihhh disini nih mulai perjuangan. Berhubung udah lama nggak olahraga napas tuh keburu banget. Jalannya nanjak terus cuy. Tenaga terkuras. Udara makin dingin menusuk klo berhenti. Jalan pelan-pelan hingga akhirnya sampai juga diatas.

Para pemburu sun rise sudah pada berdatangan dan mengambil tempat buat bidikan kamera masing-masing. Sinar mentari mulai keluar sedikit demi sedikit. Gradasi warnanya sungguh indah. Udara dingin udah nggak dipedulikan lagi. Tiap orang sibuk berfoto dengan background sun rise bromo yang memang indah. Makin lama hangat mentari dan sinar terangnya mulai memperlihatkan keindahan Gunung Bromo beserta kawahnya ditemani Puncak Gunung Semeru yang menjadi teman setia.

Wuihhhh indah dan menawan pemandangan Gunung Bromo dan Gunung Semeru dimana juga sudah terlihat jelas lautan pasir yang terdapat disekitar kawah bromo. Tak terasa juga sudah pagi cerah. Saatnya turun untuk menuju spot berikutnya yakni Kawah Bromo. Perjalanan turun ke tempat parkir jeep lebih cepat daripada saat penanjakan. Jeep-jeep kami telah siap berangkat menuju kawah bromo.

Tiba di hamparan pasir Bromo sudah banyak jeep-jeep yang terparkir rapi. Jeep nggak bisa sampai ke kaki kawah jadi kita harus jalan kaki. Bagi yang nggak kuat jalan kaki banyak tuh warga yang menyediakan kuda. Sambil menunggu teman-teman yang lain sy sempatkan dulu sarapan dan beli air minum karena cuaca pagi hari ini sangat cerah. Karena Keasyikan istrahat sy hampir ketinggalan untung masih ada rombongan kecil Mas Riki yang belum terlalu jauh dari warung tenda yang sy tempati makan dan istrahat sejenak.

Rombongan ransel wisata kali ini terbagi dua, ada yang lewat jalur tangga yang memang telah disediakan bagi para pengunjung dan ada jalur lewat hamparan pasir yang menanjak terletak agak jauh di sebelah kiri. Rombongan kecil kami memilih jalur pendakian lewat punggungan kawah bromo yang didominasi pasir. Wuihhh rasanya tuh cuapek banget sampai harus beristirahat beberapa kali. Apalagi hembusan angin yang cukup kencang membawa pasir mirip badai pasir gurun hehehe….

Oia, guide disini bilang kalau kt mau ke puncak kawah bromo harus optimis krn kalau kt pesimis duluan maka pasti kita bakalan menyerah duluan apalagi klo pas ngeliat tingginya puncak yang harus kita daki. Yah memang sih medannya tuh curam banget tapi kan kita nginjak tuh hamparan pasir jadi bisa pegangan kuat. Supaya mental nggak runtuh sy jarang nengok ke atas karena sumpah tinggi banget jadi sy ngeliatnya tuh ke bawah ngikutin jejak kaki orang lain.

Bersusah payah mendaki pas nyampai di puncak kawah bromo tuh rasanya senang karena bisa ngelalui tantangan kali ini. Sy langsung tiduran ajah sambil nungguin teman yang lain soalnya capek banget. Di puncak kawah bromo ini sy tiduran pas dibibir kawah yang nggak ada pengamannya karena memang cuman sebagian yang ada pengamannya. Dikawah bromo gas belerangnya nyembul dan mengeluarkan bau yah nyengat bgt. Setelah istrahat dan foto-foto bersama kami memutuskan turun.

Dan turunnya tuh nggak lewat tangga tp lewat jalur yang kita daki tadi. Wihhh curam banget tp asyiknya nih kt turun tuh cepat karena kt meluncur diatas hamparan pasir. Nggak usah takut sih karena pasir-pasir itu menahan kaki kita juga jadi seru banget. Jalan ke tempat parkir jeep lebih cepat rasanya. Dan petualangan kita belum berakhir karena masih ada tiga spot lagi yakni pasir berbisik, padang savana dan bukit teletubbies khas bromo.

Perjalanan ke pasir berbisik harus dicancel karena kondisinya tidak memungkinkan soalnya pasir udah nggak berbisik lagi tapi sdh meraung-raung disebabkan angin ribut hehehe…. Pas di puncak kawah bromo juga kayak ditampar sama hembusan angin campur pasir hahaha…. So, lanjut aja ke padang savana dan bukit teletubbies. Di spot ini nggak terlalu lama sih soalnya semua udah pada capek ditambah cuaca yang tersenyum cerah. Untung ada penjual es campina tuh yg keliling pake motor hahaha berasa nemu oase di padang pasir 🙂

Saatnya balik ke homestay. Perjalanan pulang juga cukup mendebarkan karena jalur yang dilalui jeep cukup terjal dan berbatu. Alhamdulillah sekitar pukul 11 sudah tiba di homestay. Berhubung makan siang sudah disiapin jadinya langsung makan. Teman yg lain pada ngantri mandi. Lama nunggu akhirnya ketiduran dan untung dibangunin sama teman. Dan jadinya harus terburu-buru karena jam sdh pukul 14.00 artinya sdh harus ngumpul buat balik lagi ke Malang.

Akibat terburu-buru jadinya mandi seadanya dan packing asal jadi. Pamitan sm si empunya homestay dan pas lagi dijalan ternyata celana panjang sy ketinggalan. Untung belum terlalu jauh jadi masih bisa dibawakan sama warga desa gubugklakah. Yahh akhirnya perjalanan ke Bromo bersama rombongan open trip Ransel Wisata harus berakhir di Stasiun Malang karena mereka harus melanjutkan perjalanan ke Jakarta sedangkan saya nunggu shuttel bis ke Bandara Juanda Surabaya. Alhamdulillah perjalanan keliling Pulau Jawa berakhir disini. Mudah-mudahan kalo liburan kesini lagi sudah tidak sendirian lagi tapi bersama istri dan anakku dalam bingkai keluarga #salamucok 😀

Baca Juga :

Hari 1, Welcome to Jakarta

Hari 2, Wisata Belerang Part 1

Hari 2, Wisata Belerang Part 2

Hari 3, Jogjakarta Borobudur

Hari 4, Kota Batu Malang

Hari 5, Desa Wisata Gubugklakah