Keputusan Besar Penentu Masa Depan (1)

80 views

Setelah pertemuan pertama pada malam Jumat tanggal 29 Januari 2015 di rumah tantenya Mili, maka besoknya saya harus mengikuti kegiatan kampus selama 3 hari sampai hari Minggu. Kegiatan kampus yang merupakan acara bina akrab dengan mahasiswa baru ini dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng yang letaknya lumayan jauh dari Kota Makassar. Selama kegiatan berlangsung pikiran saya selalu memikirkan gimana tanggapan tante dan omnya terlebih lagi tanggapan Mili sendiri terhadap saya. Jangan sampai tidak sesuai harapannya karena maklum saja kami selama ini belum pernah bertatap muka cuma komunikasi lewat telepon dan mengira-ngira lewat foto profil saja heheehe…..

Haaahhhh penasaran sekali rasanya namun sinyal hape di lokasi camp bina akrab tidak memungkinkan untuk melakukan panggilan telepon. Saya pun memaksakan mengirim SMS ke tante walau sinyal hape SOS. Alhamdulillah sms saya pun dibalas walau harus nunggu sejam lebih dan menurut tanteku sih katanya tanggapan tantenya itu baik dan tinggal Milinya saja mau melanjutkan atau tidak. Semua keputusan diserahkan sama Mili, tantenya tidak ingin memaksakan kehendak karena Mili sendiri yang mau menjalani semua ini.

Sepulang dari bina akrab saya telepon Mili untuk bisa ketemuan hari esok kebetulan besoknya itu hari senin dan hari kerja juga lagian hari selasanya saya sudah harus balik ke Kendari lagi karena izin saya sudah habis. Tante saya juga menanti jalan cerita selanjutnya. Alhamdulillan dengan izin tantenya, kami bisa janjian untuk ketemuan makan siang di sebuah warung sop saudara dekat puskesmas tempatnya Mili bekerja.

Senin pagi saya sudah siap-siap untuk bertemu dengan Mili apalagi saya harus mengambil keputusan padahal saya sendiri masih bingung gimana kelanjutan hubungan ini karena sampai saat ini saya dan Mili dalam tahap Hubungan Tanpa Status. Alhamdulillah cuaca sangat bersahabat, kupacu sepeda motorku dan hampir sejam saya tiba di warung tersebut. Sayapun menelpon Mili dan tak lama Mili juga sudah ada di depan warung.

Wiiihhhh Mili berpakaian persis dengan pakaian yang ada di foto profil BBM yang pertama kali saya lihat. Bukan cuma cantik di foto tetapi aslinya lebih cantik. Saya baru bisa melihat dengan jelas wajahnya maklum waktu ketemuan pertamakali di rumah tantenya saya malu untuk memandang wajahnya telalu lama takut ditegur sama keluarganya hehehe…..

Yahhh biasalah pertemuan empat mata pertama masih kaku juga jadinya basa basi dulu dan sambil makan kami bicara seadanya. Setelah makan barulah saya membicarakan pokok permasalahannya mau dibawa kemana hubungan ini (lagunya armada banget) hehehe. Sayapun bilang kalau saya pribadi maunya untuk taarufan dulu dalam artian saling mengenal pribadi masing2 dengan melibatkan keluarga dalam hal ini tante kami yang sudah saling mengenal. Jujur saya sebenarnya bingung juga tapi dalam hati saya sudah suka sama Mili tapi saya belum terlalu yakin makanya saya mau taarufan dulu tapi saya nggak mau pacaran karena memang tujuan saya mencari calon istri bukan pacar.

Pada saat saya selesai mengutarakan keinginan saya untuk taarufan dulu, Mili berkata bahwa mau sampai kapan taarufannya? Karena dalam waktu dekat ini ada keluarga temannya yang mau silaturahim ke rumah orangtuanya di Bone dalam artian ingin menyampaikan maksud baiknya untuk melamar Mili. Alangkah kagetnya saya. Tadinya santai saja tapi jantung saya langsung merespon dengan berdetak lebih kencang. Rasanya saya tidak rela kalau Mili ada yang lamar duluan. Sungguh perasaan saya tidak enak sekali. Dudukpun gelisah, muka jadi tambah bingung. Dalam hati, saya nggak tau mau jawab apa.

Dengan perasaan berdebar saya bertanya siapa pria yang ingin ke rumahnya itu. Mili pun cerita kalau pria itu sudah lebih dulu dia kenal lewat perantara temannya. Sebelum lulus kuliah mereka sudah saling mengenal. Maka saya bertanya kok baru sekarang mau pergi silaturahim ke rumahnya Mili. Mungkin saja dia mendengar dari temannya kalau Mili mau di kenalkan sama pria lain dalam artian saya baru dia mau bergerak. Setelah mendengar ceritanya Mili tentang pria tersebut hati ini rasanya sakit, nafas jadi sesak dan sangat tidak rela Mili dilamar orang lain. Saya harus mengambil keputusan besar saat ini juga.

Bersambung………….. :p