Kuliah Calon Pengantin

95 views

Kuliah calon pengantin itu sekarang wajib hukumnya untuk diikuti karena harus datang langsung ke Kantor KUA Kecamatan tempat domisili dan tidak bisa diwakili. Katanya kalau dulu itu masih bisa sih orang lain yang mewakili diri orang yang ingin menikah. Yah baguslah kalau sudah sesuai aturan lagian masa si A yang mau nikah malah si B yang ikut kuliah calon pengantin kan lucu hehehe…

Alhamdulillah, hari Jumat tanggal 20 Februari 2015 bertempat di KUA Kecamatan Bontoala saya mengikuti kuliah calon pengantin atau pegawai KUA sering nyebutnya KulCaTin ini dibawakan oleh Ustadz yang kayaknya sih pegawai KUA juga soalnya para pegawai disini lebih sering dipanggil Ustadz semua hehe….

Pertama masuk langsung sang uztadz berkata bahwa kuliah calon pengantin atau biasa juga disebut kursus pra nikah itu cuman ingin menyampaikan hal-hal apa saja yang berkaitan dengan pernikahan agar calon pengantin dapat mencapai tujuan pernikahan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Sang uztadz lantas bertanya beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan ajaran Islam yang akan dikaitkan dalam kehidupan rumah tangga nantinya. Pertanyaan pertama khususnya kepada calon pengantin pria karena ini berdasarkan pengalaman saya yakni kamu akan ditanya apakah tau membaca Al Quran? Jika kamu dan calon istrimu tau membaca Al Quran maka hilanglah satu beban. Pertanyaan kedua yakni apakah kamu rajin sholat? Alhamdulilllah kalau calon suami dan calon istri rajin sholat.

Keluarga yang senantiasa membaca Al Quran dan mendirikan sholat tentulah akan mendapat tempat tersendiri di SurgaNya. Al Quran merupakan pedoman hidup dan Shalat itu adalah tiang agama. Percuma saja suami yang tau mengaji dan rajin sholat hingga dahinya menghitam kalau istrinya tidak tau dan malas sholat maka suami tetap akan dimintai pertanggung jawaban di akherat nanti. Yah itulah konsekuensi dari pernikahan bahwa setelah menikah nanti segala dosa yang diperbuat oleh Istri maka bukan lagi tanggungan Bapak kandung tapi Suami yang bertanggung jawab.

Setiap ada masalah maka rajinlah sholat. Semakin banyak masalah maka semakin banyaklah bersujud. Terus sang ustadz juga menyampaikan perihal kebersihan diri yakni berwudhu, tayamum, istinja dan mandi junub. Ustadz lebih banyak bercerita tentang mandi junub. Kata sang ustadz masih banyak yang tidak tau secara pasti adab mandi junub. Kata sang ustadz secara garis besar ada dua perkara yang harus dipenuhi yakni pertama berniat dan kedua seluruh badan dibasahi dengan air. Nah air ini harus juga diperhatikan karena kita mandi junub berarti diri kita dalam keadan kotor dan harus dibersihkan pakai air bersih. Jangan sampai kita pakai air yang ditampung dalam bak itu air kotor maka tidaklah sah. Cara termudah yakni kita pakai air yang langsung kita ambil dari keran atau lebih bagus lagi kalau yg pake shower. Air sumur juga terhitung bersih kata ustadz walaupun sisa air sumur masuk lagi ke dalam tanah hehehe…

Ada cerita yang menarik dari Ustadz mengenai sahabat Nabi tentang mandi junub. Sahabat Nabi tersebut kuat sekali sampai dalam semalam bisa berkali-kali berhubungan suami istri. Setiap selesai atau tiap ronde usai maka sahabat nabi mandi junub bgitu seterusnya hingga dia flu. Karena malu maka disuruhlah istri sahabat bertanya pada nabi maka nabi tersenyum dan berkata bahwa tidak usah berkali-kali mandi junub dalam semalam cukup satu kali saja pas ronde terakhir aja hehehe….

Sang Ustadz melanjutkan lagi kuliahnya mengenai tujuan pernikahan yakni pertama untuk membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah, keluarga yang sakinah penuh cinta dan kasih sayang. Semua yang menikah pasti ingin membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah dan kuncinya adalah NIAT kita menikah itu hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Jadi bukan karena fisik saja yang jadi dasar kita menikahi seseorang karena seiring waktu akan berubah sedikit demi sedikit. Niatkan menikah untuk beribadah dan melaksanakan sebahagian perintah agama.

Tujuan pernikahan yang tak kalah pentingnya yakni untuk memperoleh keturunan anak yang saleh dan salehah. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan usaha dan doa serta hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Sang ustadz juga mengatakan bahwa jangan sampai kita memberikan nafkah kepada istri dari sumber yang haram karena sperma pria dan sel telur perempuan bersumber dari makanan yang kita makan dan langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Penting juga diperhatikan bahwa suami jangan memperlakukan istri semena-mena dan hanya berlandaskan hawa nafsu karena katanya kita jangan sampai lupa sama Allah karena setan selalu mencari celah untuk masuk disaat kita lupa Allah SWT.

Untung aja hari jumat jadi nggak terlalu lama ceramahnya. Setelah sesi ceramah selesai tinggal ngambil semacam sertifikat /piagam yang menyatakan kita sdh lulus mengikuti kursus pra nikah dan satu amplop yang harus diserahkan kepada KUA tempat kita nikah nanti. Jadi, amplop tersebut kita titipkan sama calon istri yang nantinya ikut kulcatin juga di KUA sesuai domisili sekalian ngasih amplop dari calon suami sebagai dasar KUA setempat membuat surat/akta nikah.

Semoga urusan pernikahan ini dimudahkan Allah SWT dan setelah menikah istri saya secepatnya hamil dan melahirkan anak saleh dan saleha. Mohon doa restunya yahh #salamucok 😀