Meninggalkan Jejak di Air Terjun Samparona

79 views

Pagi yang cerah. Jarum jam menunjukkan pukul 05.30 wita. Kami masih bermalas-malasan di tempat tidur. Yah, saat ini kami memang merencanakan untuk melihat air terjun samparona yang terletak di Kel. Kaisabu Baru Kec. Sorawolio Kota Baubau. Dengan persiapan yang biasa aja cuma bawa beberapa botol air minuman dan tidak sarapan kami mulai berangkat.

Sebelumnya memang kami sudah browsing, pengen tau kyk gimana sih perjalanan menuju Air Terjun dan setiap pembahasannya selalu ditekankan “tidak disarankan bagi yang bukan pecinta alam sejati”. Maksudnya apa yahh!? Bdw, kami berangkat menggunakan sepeda motor, kira-kira sekitar 20 menit perjalanan dari Pusat Kota Baubau kami sdh sampai di jalan masuk. Klo menggunakan mobil, harus parkir di pinggir jalan poros karena jalannya hanya bisa buat motor. Itupun cuman bisa masuk sekitar 500 meter dari jalan poros terus harus parkir dan lanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.

jalur masuk pertama

jalur masuk pertama dekat jalan poros

Nah disinilah petualangan dimulai. Jalan kaki menyusuri jalan setapak yang biasa digunakan oleh masyarakat setempat untuk masuk hutan mencari kayu atau rotan. Jalan tanah yang khas dengan kontur naik turun, nyebrang anak sungai. Cuman airnya kering. Klopun ada itu air tergenang. Memang sih beberapa hari bahkan bulan daerah sini jarang hujan padahal daerah lain udah kebanjiran.

Lanjut jalan lagi nih. Kali ini lewatin semak belukar dan beberapa meter kita lewatin pohon pinus. Trus masuk hutan lagi dan seterusnya kita ngikutin jalur sungai yang mengering. Setelah berjalan selama kurang lebih 1 jam, udah mulai terdengar tuh suara deru air dan ternyata air terjunnya kekurangan debit air jadi nggak begitu deras. Dan kita harus turun lagi ke bawah soalnya saat ini posisi air terjunnya berada disamping.

Melewati jalur hutan pinus

Melewati jalur hutan pinus

Jalur sungai kering. Awas licin !!

Jalur sungai kering. Awas licin !!

Istrahat duluuuuu :')

Istrahat duluuuuu :

Turunnya tuh harus lewat pinggir tebing air terjun dengan menggunakan rotan yang memang sudah sengaja disiapkan buat jalur turun. Untung sungainya kering jadi nggak terlalu licin. Nyampe dibawah kt msh lanjut lagi buat lihat air terjun dibawahnya. Jadi, critanya nih ini air terjun bertingkat. Karena kami mulai kelelahan, cuman seorang teman yang tahu lokasi pergi liat dan katanya airnya jg nggak terlalu deras.

Mau turun nihh, harus pake tali rotan lewan pinggir tebing

Mau turun nihh, harus pake tali rotan lewan pinggir tebing

Mau pulang, harus naik lagi pake rotan lagi

Mau pulang, harus naik lagi pake rotan lagi

So, kita putuskan untuk jeprat jepret foto di air terjun yang pertama. Lumayan cantiklah pemandangannya. Dinding air terjunnya lebar dan banyak celah buat jalur airnya. Disekililingnya masih banyak pohon lebat, meskipun sudah ada jejak pohon yang sengaja ditebang. Sekitar 30 menitlah kami istrahat sambil foto lokasi air terjunnya. Yah, walaupun cuman sebentar nikmatin suasana air terjun samparona, yang jelas kami udah ninggalin jejak di tempat wisata ini.

air-terjun-samparona-11

air-terjun-samparona-9

Finally, kita harus balik lagi dan rencananya mau lebih mengeksplore lagi lokasi air terjun ini. Dan tentunya dengan bekal dan persiapan yang lebih baik sambil berharap debit airnya bertambah sehingga kecantikan air terjunnya lebih nampak. Hhhmmm, ini dululah yg bs sy ceritakan. Nantilah kt ketemu lagi di edisi WisataKu berikutnya 🙂

Warning >> klo mau rencanain liburan disini harus kudu mesti sehat dan siapin fisiknya dengan baikk yaaaa. Remember >> tidak disarankan untuk yang nggak kuat jalan kaki naik turun dalam tempo minimal sejam yahhh :p