Renungan Seperempat Abad

92 views

Bismillahirrahmairrahimm…

Akhirnya mood nulis itu kembali lagi. Entah berapa lama mood itu menghilang ataukah mungkin mood itu sedang bersembunyi karena tak tega melihat raga ini sibuk dengan kerjaan. Yah, hari ini sy memaksakan diri untuk menulis sekedar untuk mengingat kalau pada tanggal ini 5 September sy dilahirkan oleh Ibu tercinta.

Tak terasa umur ini udah mencapai 25 tahun. Angka yang menurut sy udah ketuaan dikalangan mahasiswa tapi berbanding terbalik sih dengan wajahku yang masih bisalah dikatakan mahasiswa baru hehehe…

Hari ini memang patut direnungkan mengingat usia yang udah seperempat abad. Namun, dalam hati sih masih bertanya-tanya apa aja yang sudah sy berikan selama ini? Apakah dalam 25 tahun terakhir ini sy lebih banyak bermanfaat buat orang lain atau malah lebih banyak menyusahkan…??

25 tahun. Sudah pernah kasih senang orang lain, kasih marah, bikin sakit hati, kecewakan dia, sdh pernah di bohongi, ditipu, wisuda, cinta, kado terindah, perempuan, patah hati dan tetap setia, dreamer, hopeless, dan masih tetap berdoa untuk seseorang yang memang pantas untuk didoakan.

Berharap banget sih klo sy masih lebih byk bermanfaat buat orang lain walaupun dalam skala kecil khususnya dalam keluarga sendiri dan teman-teman seperjuangan dari kecil, sekolah, mahasiswa sampe dunia kerja.

Walaupun tak bisa dipungkiri dalam setiap perjalanan pasti ada baik dan buruk, tergantung dari sisi mana orang melihatnya karena tak selamanya yang baik menurut sy terlihat baik juga dimata orang lain. Begitupun dengan sikap maupun perkataan sy pasti ada yang suka dan tidak suka. Terpenting sih sy udah berusaha sebaik mungkin dan penilaiannya tergantung dari orang lain.

Hhmmm, merenungkan apa aja yg sy telah perbuat buat orang lain memang tak sebentar bisa diambil kesimpulan tersendiri. Olehnya itu di usia ini sy lebih meniatkan diri untuk bisa jadi lebih baik, bukan hanya memikirkan diri sendiri tapi juga orang lain karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberi manfaat untuk orang lain.

Seperempat abad….
Wahhhh tak terasa yahhh….
Pastinya dalam perjalanan hidupku ada suka dan duka….

Bdw, tepat pergantian hari jam 12 malam lebih dikit alhamdulillah keajaiban itu datang juga walau mesti lewat perantara hape dan dalam bentuk suara menyapa untuk pertamakalinya. Makasih banyak buat yang berada sekitar 1 jam perjalanan udara dari tempat tinggal saya sekarang. Semoga keajaiban-keajaiban serta keberuntungan itu masih selalu ada menyertai langkah kita bersama 😀

Terpenting sih tetap bersyukur dan berharap ridhaNya selalu menemani di tiap langkah kehidupan ini….
Aminnn…
#salamucok 😀